Bupati Siapkan Surat Edaran Demi Kurangi Angka Demam Berdarah

PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari memberi perhatian serius terhadap kasus Demam Berdarah (DB) yang terus meningkat. Pekan lalu, Bupati memberikan instruksi langsung gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) pada Camat, kepala Puskesmas dan Kades.

Bahkan, Bupati juga akan menindaklanjuti dengan menerbitkan Surar Edaran (SE) gerakkan PSN ke semua masyarakat. Dengan harapan, kasus DB dapat dicegah dan tidak sampai ada korban penyakit DB lagi.

“Minggu lalu saya sudah perintahkan pada seluruh camat, kapus, kades melalui apdesi. Termasuk PKK untuk melaksanakan gerakan PSN,” kata Tantri, Bupati dua periode itu.

Instruksi yang telah disampaikan akan ditindaklanjuti dengan surat resmi berupa SE. Dengan harapan, gerakan PSN itu benar-benar sampai pada kalangan masyarakat dan bisa menggerakkan masyarakat. Sebab, kasus DB itu tidak bisa dicegah tanpa peran masyarakat langsung. Mulai dari menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekitar dan lainnya.

“Ingat, demam berdarah itu tidak hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa juga bisa terserang demam berdarah,” tegasnya.

Tantri menambahkan, bagi masyarakat yang mengalami awal gejala DB, harus segera dilarikan ke puskesmas atau rumah sakit. Supaya bisa segera mendapatkan penanganan medis. Sebab, jika sudah terlambat, penyembutan cukup sulit dan bisa berakibat fatal. “Kami sudah instruksikan puskesmas dan rumah sakit untuk cepat dalam penanganan pasien DB. Supaya bisa segera tertangani dan tertolong,” terangnya.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kasus DB selama tiga tahun terakhir, ternyata masih tinggi. Termasuk kasus DB selama bulan ini, tergolong tinggi jika dibanding awal tahun kemarin. Selama bulan Januari 2018, tercatat hanya 20 kasus DB. Selama bulan Januari tahun ini, sudah ada 88 penderita DB. Bahkan satu penderita DB, sampai meninggal. Korban itu asal Desa Klaseman Kecamatan Gending. (mas/fun)

Kasus DBD di Kabupaten Probolinggo:
Tahun                   Jumlah                  Korban Meninggal
2014                       216 kasus                       4
2015                       430 kasus                       4
2016                       487 kasus                       10
2017                       241 kasus                       5
2018                       80 kasus                       4
2019                       88                                    1 (di bulan Januari)
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo