Polisi Tetap Tahan Pasutri yang Mencuri di Toko Milik Menantunya

MARON – Kepolisian sejauh ini tetap memproses hukum pasutri asal Maron yang ditangkap lantaran mencuri di toko milik menantunya sendiri. Kepolisian pun sampai Selasa (5/2) sore, masih menahan keduanya.

DIPROSES: Tersangka Abu Amin dan Satu saat digelandang memasuki Polsek Maron, Selasa. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Hal itu ditegaskan Kanitreskrim Polsek Maron Aipda Dadang Priyanto. Dia mengatakan, perbuatan Abu Amin dan Satu, adalah ranah pidana. Karena perbuatannya itu, keduanya bisa dikenakan pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan subsider 362 tentang Pencurian Dalam Keluarga.

“Saat ini masih kami tahan di polsek, sekalian melengkapi berkasnya. Setelah itu, baru nanti kami lakukan gelar,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dadang itu menjelaskan secara singkat kronologi pencurian itu. Menurutnya, pencurian itu dilakukan dengan modus meminjam motor istri korban yang tak lain adalah anak angkat pelaku, Hotima. Nah, dari situ pelaku bisa masuk ke dalam toko.

“Jadi di kontak motor itu gandengan dengan kunci toko. Sehingga kemudian pelaku pura-pura pinjam motor dan masuk ke dalam toko,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasutri asal Ganting Kulon kompak melakukan aksi pencurian sebuah toko pakaian yang tak lain adalah milik menantunya sendiri yaitu Nasrul Anas. Aksi pencurian itu, berdasarkan keterangan pelaju dilakukan sekitar pukul 09.00 pada Kamis (31/1) malam. Mereka berhasil menggasak uang berkisar Rp 5.700.000. Akibat perbuatannya mereka harus meringkuk di dalam sel tahanan penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Ganting Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo ini kini harus melewati hari-harinya dari balik jeruji besi. Itu setelah keduanya dilaporkan kompak mencuri di toko pakaian. Ironisnya, pelapor yang juga sang pemilik toko pakaian itu, adalah menantunya sendiri. Pasutri itu adalah Abu Amin, 55 dan Satu, 45. (sid/fun)