Tiga Data CPNS di Kab Probolinggo Tak Bisa Di-Entry

PROBOLINGGO – Badan kepegawaian daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo telah mendapatkan password login aplikasi entry data CPNS yang lolos tes. Mulai pekan lalu, entry data 295 peserta CPNS yang lolos seleksi telah dilakukan. Hanya saja, ada sedikit kendala ditemukan tiga CPNS yang tidak bisa dientry datanya ke dalam aplikasi.

”Sudah mulai entry data berkas para CPNS yang lolos tes. Kabar terakhir yang saya terima dari tim entry data, ada tiga CPNS yang tidak bisa di entry datanya,” kata Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Probolinggo, Abdul Halim kepada Jawa Pos Radar Bromo Selasa (5/2).

Halim mengaku belum dapat memastikan penyebab data berkas 3 CPNS itu tidak bisa dientry ke aplikasi. Kemungkinan ada perubahan status identitas sebelum dan sesudah diterima CPNS. Namun, pihaknya masih berupaya untuk tetap meng-entry data berkas tiga CPNS tersebut. Jika perlu, pihaknya akan koordinasi dengan BKD Provinsi Jatim, terkait kendala tersebut.

”Semoga saja ada kabar baru dari tim, data berkas tiga CPNS yang awalnya ada kendala, sudah bisa dientry ke aplikasi. Besok saya akan cek lagi perkembangannya,” terangnya.

Setelah selesai entry data bekas CPNS ke aplikasi, lanjut Halim, BKD tinggal mengirim berkasnya ke BKN. Selanjutnya, menunggu petunjuk dari pusat, untuk perkembangannya. Termasuk NIP, pengangkatan dan tahapan berikutnya.

”Tahapan berikutnya juga nunggu daerah-daerah lain selesai entry data ke aplikasi. Karena informasi yang saya dengar, di Jawa Timur ada sejumlah daerah yang belum entry data para CPNS ke aplikasi,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Kabupaten Probolinggo mendapatkan jatah kuota CPNS sebanyak 295 CPNS. Secara detail formasi yang dibuka Pemkab Probolinggo terbagi menjadi dua yaitu Formasi Khusus dan Formasi Umum. Untuk Formasi Khusus sebanyak 28 orang dengan rincian Putra Putri Cumlaude 12 orang, Disabilitas 3 orang dan Honorer Kategori II sebanyak 13 orang. Sementara untuk Formasi Umum sebanyak 267 orang dengan rincian Tenaga Guru 214 orang, Tenaga Kesehatan 23 orang dan Tenaga Teknis lainnya 30 orang. (mas/fun)