Cekcok, Bacok Anak-Istri, Warga Wirogunan Coba Bunuh Diri

PURWOREJO-Malam mencekam terjadi  di Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Kamis dinihari (7/2). Andriyanto, 37 warga setempat kalap. Ia yang terbakar emosi membacok anak dan istrinya sendiri. Lalu, ia mencoba bunuh diri.

Tragedi berdarah itu berlangsung sekitar pukul 02.00. Di kamar rumah korban, sekitar pukul 02.00. Ani, 33 sang istri pun harus dirujuk ke RSSA Malang karena alami sejumlah luka bacok serius.

Menurut salah seorang warga sekitar yang namanya enggan disebutkan, sebelumnya sempat terdengar teriakan-teriakan dari rumah Andriyanto. “Seperti ada pertikaian. Setelah itu, juga ada suara perempuan menjerit,” aku warga tersebut.

Suara-suara itu memang bersumber dari rumah Andriyanto. Lokasinya tak jauh dari Kantor Kelurahan Wirogunan. Jaraknya hanya berkisar beberapa meter. Pertikaian kian memuncak hingga berujung aksi Andriyanto yang membabi buta.

Ia lantas mengambil pisau dapur lalu menghampiri istrinya. Tak hanya mengancam, Andriyanto bahkan menyabetkan pisau dapur itu ke arah tubuh Ani. Beberapa kali tusukan didera Ani. Baik di bagian dada dan perutnya.

Mendengar keributan antara kedua orang tuanya, Nesya, 8, terbangun. Bocah yang masih kelas 3 SD itu kemudian menghampiri ibunya. Ia bermaksud menghalangi keberingasan sang ayah. Namun, ia justru mendapati sabetan pisau pada bagian punggungnya. Tak pelak, bocah itu menjerit.

Melihat anak dan istrinya berdarah, Andriyanto semakin nekat. Ia lantas menusukkan pisau ditangannya itu ke perutnya sendiri. Insiden itu kemudian didengar sejumlah kerabat dan tetangga.

Warga langsung membawa ketiganya ke RSUD dr R Soedarsono untuk mendapatkan pertolongan medis. Ani harus dirujuk ke RSSA Malang karena kondisinya kian menurun.

Sementara Nesya sudah dipulangkan usai mendapatkan perawatan. Hingga Kamis malam (7/2), Andriyanto masih terbaring di ruang rawat inap RSUD dr R Soedarsono, usai mendapatkan penanganan medis di IGD. Ia tampak terkulai diatas ranjang dengan didampingi sejumlah kerabat.

Mengenai peristiwa itu, kakak kandung Andriyanto, Wiwin Lestari mengaku bahwa adiknya mengalami depresi. Hal itu dikarenakan kondisi rumah tangga Andriyanto dengan Ani selama ini kurang harmonis. “Dia depresi, makanya pikirannya kalut hingga seperti itu,” akunya. (tom/mie)