Dari 9 PSK yang Terjaring di Besuk, 4 Diantaranya Idap HIV

KRAKSAAN – Sembilan PSK yang terjaring razia di empat warung remang-remang di wilayah Besuk, Rabu (6/2) dilakukan tes kesehatan. Hasilnya, dari sembilan PSK tersebut, 4 di antaranya positif HIV.

“Jadi yang empat positif HIV. Untuk yang lima negatif,” ujar Adik Waluyo, pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan setempat.

Menurutnya, dari empat PSK yang mengidap HIV/AIDS, tiga di antaranya adalah warga Probolinggo. Sedangkan satu PSK adalah warga Situbondo.

Mashudi selaku Kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Probolinggo menambahkan, setelah dilakukan tes kesehatan, maka mereka langsung diserahkan kepada Dinas Sosial setempat. Nah, untuk warga yang Situbondo, menurutnya akan dilakukan koordinasi dengan pemkab setempat.

“Hal itu seperti yang dilakukan oleh pemda lain ketika warga kami yang kena razia. Untuk yang di Dinsos, nanti tergantung mereka apakah akan dilimpahkan ke Kediri atau bagaimana,” terangnya.

Ahmad Arif, kepala Dinas Sosial ikut menambahkan, penanganan yang dilakukan oleh pihaknya yaitu pembinaan. Tangkapan Satpol PP Selasa lalu itu, tiga di antaranya diberangkatkan ke Kediri untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Untuk yang tiga sudah kami berangkatkan. Di sana mereka akan mendapatkan berbagai macam pelatihan dan keterampilan. Tujuannya, saat pulang dari Kediri nanti, mereka tidak melakukan hal yang sama dan mencari rezeki di jalan yang benar,” tandasnya.

Lebih lanjut, untuk yang positif HIV, ada penanganan khusus. Menurutnya, untuk yang HIV itu ada di rumah rehabilitasi dan ditangani Dinkes serta juga pihak rumah sakit. Hal itu, dilakukan guna memantau sejauh apa penyakit HIV yang tengah menggerogoti tubuh PSK itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Satpol PP menggelar razia di wilayah Besuk, Selasa silam. Sasarannya adalah warung remang-remang yang ditengarai menyediakan jasa PSK. Hasilnya, 9 PSK diamankan, bahkan ada yang tengah berkencan dengan pria hidung belang.

Satpol PP juga awalnya sempat mengamankan dua pemilik warung. Dan malam harinya, dua pemilik warung lain ikut dipanggil. Dalam keterangannya, para pemilik warung tersebut memang sengaja menyediakan PSK karena itulah yang bisa meramaikan warung.

Jika ada yang kencan, mereka meminta tarif kepada PSK dengan alasan untuk menyewa kamar. Tak jarang juga, mereka menawarkan PSK saat ada pembeli yang datang di warung. (sid/fun)