Dugaan Korupsi Proyek GIC, Mantan Wawali Suhadak Segera Disidang

PROBOLINGGO – Dugaan korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre atau GIC (saat ini Gedung Hayam Wuruk) yang menjerat H Suhadak, mantan wakil wali kota Probolinggo, saat ini masuk tahap ke dua (P21). Kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo.

Dalam waktu dekat, Suhadak pun akan disidangkan. Seperti ditegaskan Kajari Kota Probolinggo Martiul Chaneago, Rabu (6/2) pagi. Kajari menjelaskan alasan kejaksaan melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut.

Menurutnya, saat persidangan dengan tiga orang tersangka yang telah diputus sebelumnya, kerugian negara tidak bisa dikembalikan. Kerugian negara itu dinilai berada pada pihak kontraktor atau pelaksananya. Jumlahnya yakni Rp 775.446.730.

Oleh sebab itulah, pihaknya melakukan penyelidikan khusus atas kasus tersebut. Dalam hal ini, pihak pemenang tender atau pelaksana yakni H Suhadak.

“Kami melakukan penyelidikan dan mengangkat kasus ini, bukan semata mencari siapa yang salah dan yang melakukan tindak pidana korupsi. Namun, untuk mencari dan mengembalikan uang negara,” terang Martiul.

Dilanjutkan Martiul, pelimpahan Suhadak dilakukan pada 4 Februari. Dan, dalam minggu ini akan digelar sidang perdananya.

“Kami sudah ajukan ke pengadilan, tinggal menunggu siapa hakimnya saja. Dalam minggu ini, sidang akan berlangsung,” imbuhnya.

Martiul ditemani Kasi Intel Herman Hidayat serta Kasi Pidsus Ciprian Caesar menambahkan, dalam kasus tersebut nantinya tidak akan ada perintah untuk penahanan. Sebab, Suhadak sudah berada di Lapas IIB untuk menjalani proses hukuman dugaan korupsi DAK 2009.

Selanjutnya, ketika sudah divonis oleh hakim, maka secara otomatis jumlah hukumannya diakumulatifkan. “Jadi, nanti hasil putusannya akan langsung ditambahkan,” bebernya.

Suhadak sendiri, ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Agustus dalam kasus dugaan korupsi GIC. Suhadak lantas mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo.

Pengajuan praperadilan itu dilimpahkan ke pengadilan pada 24 September 2018. Praperadilan nomor 1/Pid.Pra/2018/PN Pbl itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sylvia Yudhiastika. Hasilnya, praperadilan yang diajukan Suhadak ditolak oleh hakim.

Sementara itu, tiga terdakwa awal kasus korupsi GIC tahun 2012 sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Hakim menjatuhi hukuman pidana masing-masing 1 tahun penjara pada ketiga terdakwa. Selain itu, para terdakwa juga wajib membayar uang denda sebesar Rp 50 juta dengan subsider 1 bulan kurungan.

Ketiga terdakwa itu adalah Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Lalu, Johan Wahyudi selaku konsultan dalam proyek multiyears di Jl Basuki Rahmad tersebut. Dan terdakwa Dini Santi Ekawati selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). (rpd/hn)

 

Jerat Hukum Dugaan Korupsi GIC 2012
Terpidana:

  1. Purnomo (PPKom)
  2. Johan Wahyudi (konsultan)
  3. Dini Santi Ekawati (PPTK)

Tiga Tahap Pembangunan Gedung Islamic Centre

  • Pembangunan Gedung Multiguna (2012)
    Oleh PT Pandan Landung dengan nilai Rp 4,6 miliar
  • Pembangunan Gedung Multiguna (Lanjutan tahun 2013)
    Oleh CV Keong Mas dengan nilai Rp 825.605.000
  • Pembangunan pagar, paving, dan saluran Gedung Multiguna (2013)
    Oleh CV Sari Murni dengan nilai Rp 1.150.690.000

(Sumber: Website LPSE Kota Probolinggo)