Inflasi Awal Tahun di Kabupaten Probolinggo Terendah di Jatim

KRAKSAAN – Inflasi bulan pertama tahun ini di Kabupaten Probolinggo, dinilai cukup baik. Sebab, pada Januari itu inflasi hanya sekitar 0,12 persen.

Santoso, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA mengatakan, angka tersebut merupakan angka yang paling rendah di Jawa Timur. “Inflasi pada awal tahun ini cukup baik. Datanya sudah keluar. Inflasi Probolinggo terendah se-Jatim yaitu 0,12 persen,” ujarnya.

Menurutnya, penyumbang inflasi tertinggi masih tetap. Yaitu, berasal dari bahan pangan. Mulai dari beras, cabai, kedelai, dan lain sebagainya.

“Untuk penyumbang inflasi terbesar itu tetap harga pangan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Santoso menjelaskan, untuk awal tahun ini harga komoditas bahan pangan cenderung stabil. Sehingga, membantu inflasi menjadi cukup bagus. Pemerintah sendiri, akan terus berupaya untuk menyetabilkan harga bahan pangan yang ada di pasar tradisional.

“Tentunya kami akan terus mengontrol pasar. Jika nanti ada lonjakan harga, maka kami akan mencari solusi agar bisa mengendalikan harga,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, di akhir tahun lalu, harga daging ayam dan telur mahal. Untuk menyuplai ketersediaan barang, pihaknya bekerja sama dengan pemkab lain.

“Itu yang kami lakukan. Sebab, inflasi ini tetap dipengaruhi oleh ketersediaan barang di pasar. Jika bahan pangan di pasar itu sulit, maka harganya akan mahal. Karenanya, kami berupaya untuk memenuhi stok agar harga stabil,” ungkapnya.

Pada Januari tahun ini berbeda dengan Januari tahun 2018. Menurutnya, jauh lebih bagus pada tahun ini. “Januari tahun lalu itu inflasinya sebesar 0,29 persen. Jadi, masih lebih bagus sekarang,” ujarnya.

Namun, selain inflasi ternyata juga terjadi Deflasi. Januari ini deflasi terjadi pada mode transportasi dan jasa keuangan. Angkanya sekitar 0,33 persen.

“Hanya itu untuk deflasinya. Untuk yang lain tidak ada,” jelas mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip itu. (sid/hn)