Pelaku Usaha di Kota Probolinggo Harus Sediakan Tempat Ibadah

MAYANGAN – OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo dan pelaku usaha di Kota Probolinggo, diinstruksikan menyediakan tempat ibadah yang memadai bagi karyawannya. Instruksi ini dikeluarkan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan berlaku mulai Kamis (7/2).

Instruksi ini disampaikan dalam bentuk surat edaran dan berlaku untuk OPD dan jajaran di bawahnya, serta pelaku usaha. Termasuk, perusahaan, BUMN, BUMD, dan perbankan.

“Dimulai dari OPD agar masing-masing menyiapkan tempat ibadah yang memadai bagi pegawai. Banyak pegawai yang beragama Islam untuk disiapkan musala dan tempat wudu yang memadai,” ujar Habib Hadi, panggilannya.

Selain instruksi itu, Hadi berupaya membangun kebiasaan baru di kalangan pegawai Pemkot Probolinggo. Seperti menghentikan kegiatan sementara saat adan berlangsung. Ada juga poin yang mengatur agar salat Duhur dan Asar dilakukan berjamaah.

“Tujuannya, tidak lain untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pegawai,” ujarnya.

Hal ini tidak hanya berlaku di lingkungan OPD. Namun, juga ditujukan pada pimpinan perusahaan, BUMD, BUMN, serta perbankan.

“Untuk di swasta, pelaku usaha, BUMN itu juga ada surat edaran yang sama. Banyak karyawan yang beragama Islam, tapi tidak difasilitasi tempat ibadah yang baik,” ujarnya.

Bahkan, surat edaran untuk pelaku usaha juga mengatur tentang adab berpakaian pegawai agar sopan dan santun. “Kadang masih ada toko yang pegawainya pakai rok pendek. Diharapkan bisa meminta pegawai untuk berpakaian sopan,” ujarnya. (put/hn)