Penjual Burung asal Sukorejo Dibekuk, Polisi Sita 1,76 Gram Sabu

SUKOREJO – Pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang gencar dilakukan di wilayah hukum Polres Pasuruan. Tak terkecuali di Kecamatan Sukorejo. Ini, ditandai dengan keberhasilan Polsek Sukorejo membekuk satu orang pengedar narkotika jenis sabu, pada Rabu sore (6/2).

Pengedar yang berhasil dibekuk itu adalah Kavi, 55. Dia selama ini dikenal penjual burung berkicau, warga Dusun Glatik, Desa Galagahsari, Kecamatan Sukorejo. Namun, lantaran tergiur keuntungan besar, dia nekat menjadi pengedar narkoba.

“Pelaku pengedar sabu (Kavi) ini kami amankan saat yang bersangkutan sedang berada di dalam rumahnya. Dia kami tangkap setelah sebelumnya petugas menindaklanjuti informasi dari masyarakat,” kata Kapolsek Sukorejo AKP Supriadi.

Saat menangkap pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di TKP. Di antaranya lima kantong plastik kecil berisi sabu yang sudah dikemas menjadi paket hemat (pahe). Masing-masing 0,37 gram, 0,33 gram, 0,36 gram, 0,36 gram, dan 0,34 gram. Jika di total berat keseluruhan 1,76 gram.

Kemudian satu buah timbangan digital warna hitam, satu buah alat sabu pipet kaca lengkap dengan alat hisapnya. Polisi juga mengamankan satu buah kantong plastik kosong, satu buah korek api, satu buah baju batik, dan satu buah sweter. Dari barang bukti itu, polisi menduga bahwa Kavi adalah pengedar.

PAKET HEMAT: Sejumlah bungkusan plastik berisi sabu yang disita dari tersangka Kavi. (Foto: Rizal F Syatori/jawa Pos Radar Bromo)

Baik pelaku maupun barang buktinya, pasca penggerebekan berlangsung di TKP, diamankan di Mapolsek Sukorejo. Saat ini polisi melanjutkan proses penyidikannya.

“Pengakuan pelaku jadi pengedar sabu baru berjalan dalam satu bulan terakhir. Informasinya untuk tambahan penghasilan,” bebernya.

Atas perbuatannya, dalam kasus ini pelaku terancam dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman minimalnya empat tahun penjara. (zal/fun)