Produksi Susu Perah Lebih Target di 2018, Capai 106 ribu Ton

BANGIL – Sepanjang tahun 2018, jumlah produksi susu perah peternak di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Dari target yang ditetapkan sebesar 92.458 ton susu, sampai akhir tahun lalu bisa mencapai 106.354,92 ton. Jumlah ini jauh melebih target, bahkan realisasi tercapai 115 persen.

Irianto, kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan melalui Hari Mulyono, kabid Usaha Peternakan mengatakan, realisasi hasil produksi susu perah di Kabupaten Pasuruan sepanjang tahun lalu memang meningkat. Tingginya produksi susu dikatakan karena populasi yang meningkat juga pemberian pakan yang lebih baik.

“Jadi, selain ada peningkatan populasi, juga ada pemberian pakan seperti konsentrat termasuk kesadaran peternak untuk membuat kandang yang lebih higienis,” jelasnya.

Di samping itu, beber Hari, Dinas Peternakan rutin menggelar bimtek dan sosialisasi ke peternak. Sehingga, produksi susu memang lebih modern termasuk kesadaran terhadap pemberian air bersih, kebersihan kandang, sampai ke pemberian makan yang meningkatkan produksi susu.

Tahun kemarin, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan mencatat bahwa produksi susu bisa mencapai 106.354,92 ton. Jumlah ini memang jauh melebihi target yang ditetapkan sebesar 92.458 ton. Bahkan, jika dibandingkan tahun 2017 lalu produksi susu mencapai 103.157 ton.

Produksi susu sapi perah merata di 24 kecamatan. Namun, tertinggi berada di Lekok, Tutur, Puspo, dan Lumbang. Hasil produksi susu rutin dikirim ke berbagai koperasi susu, kemudian dikirim lagi untuk diolah ke industri pengolahan susu seperti ke Nestle atau Indolakto.

Hari menambahkan, program Inseminasi Buatan (IB) yang cukup berhasil meningkatkan populasi sapi perah juga membantu meningkatkan hasil produksi susu sapi. Tercatat jumlah peningkatan populasi sapi perah dari tahun 2017 sebanyak 90.817 sapi menjadi 92.931 ekor sapi sampai akhir tahun 2018 kemarin. (eka/fun)