Anggaran Sosialisasi Antinarkoba di Disporaparbud Minim, Digelontor Cuma Segini

DRINGU – Tahun ini, sosialisasi anti narkoba oleh Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo ditengarai tidak akan berjalan maksimal. Sebab, anggaran untuk sosialisasi minim. Yaitu, hanya sekitar Rp 25 juta.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Tatok Krismahento. “Anggarannya minim. Jadi, bisa jadi nanti untuk sosialisasinya tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Menurut Tatok, pihaknya cukup prihatin dengan masih banyaknya pemuda yang terjerat kasus narkoba. Sebab, seharusnya pemuda bisa menjadi generasi penerus yang mengharumkan nama bangsa.

“Kami prihatin. Selama Januari kemarin saya beberapa kali membaca berita ada penangkapan anak muda karena narkoba. Itu, seharusnya sudah tidak ada,” tuturnya.

Melohat fenomena itu, menurutnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Meskipun pembinaan terhadap pemuda berada di bawah pundaknya, tetapi sulit untuk menjangkau keseluruhan. Tahun ini saja, dana sosialisasi hanya Rp 25 juta.

“Kendalanya itu. Jadi, sosialisasi tahun ini hanya bisa mencakup sebagian. Antara pemuda desa dengan siswa kami jadikan satu. Itu, kami lakukan agar bisa merata. Jadi, modelnya, penyampaian antarteman,” jelasnya.

Ia menjelaskan, yang berpotensi terjerumus pada narkoba adalah remaja di sekolah lanjut tingkat atas (SLTA). Biasanya, remaja baru gede itu coba-coba dan ikut temannya. Ditambah lagi ada peran orang dewasa yang membuat mereka ingin mencoba.

“Itu biasanya yang terjadi. Sehingga, sosialisasi yang kami lakukan itu adalah untuk mencegah itu. Tetapi, kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya sekedar sosialisasi untuk mencegah saja. Selebihnya kami tidak bisa,” tuturnya.

Menurutnya, yang paling besar adalah peran orang tua dan lingkungan tempat tinggal. Merekalah yang bisa mencegah paling intens. Sebab, setiap hari, siang, sore, dan malam selalu bertatap muka.

“Perlu semuanya untuk mencegahnya. Bukan hanya kami. Jadi, semua pihak ikut dalam memerangi narkoba ini. Terutama orang tua dan lingkungan. Jangan sampai anak-anak di sekitar ada yang terjerumus,” terangnya. (sid/fun)