Begini Antusiasme Masyarakat Sambut HUT Kota Pasuruan ke 333

PASURUAN – Ribuan orang tumpek-blek di sudut Kota Pasuruan Jumat (8/2) siang. Mereka antusias untuk menyaksikan perayaan seremoni Hari Jadi Kota Pasuruan ke 333 yang diawali dengan Kirab Pataka.

RAMAI: Suasana Kirab Pataka di GOR Unsur yang menjadi pembuka rangkaian Hari Jadi Kota Pasuruan, Jumat (8/2) siang. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Alunan musik marching band serta penari cilik mengiringi Kirab Pataka. Animo masyarakat ditandai dengan banyaknya warga yang berjubel sepanjang ruas jalan yang menjadi rute kirab. Hal itu menambah kemeriahan kirab yang dihelat setiap tahun itu.

Rombongan Kirab Pataka diberangkatkan dari depan Kantor Pemerintahan Kota Pasuruan di Jalan Pahlawan. Iring-iringan marching band menjadi pengawal rombongan. Disusul para penari cilik yang memanjakan mata penonton.

Sementara rombongan inti dipimpin oleh Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dengan menumpangi kereta kencana. Selain itu, sejumlah pejabat Forkopimda juga turut mengikuti. Di samping itu, jajaran pejabat kepala OPD terlihat menumpangi becak hias berjajaran.

Setibanya di Jalan Sultan Agung, rombongan berhenti sejenak. Para rombongan juga turun dari kereta kencana maupun becak hias untuk berjalan kaki.

Prosesi penyerahan Pataka dilakukan oleh perwakilan tokoh Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Kota Pasuruan. Pataka kemudian diserahkan kepada pasangan Cak dan Ning untuk diiring menuju area GOR Untung Suropati.

Sejurus waktu ketika rombongan memasuki area GOR, disambut oleh wakil bupati dan wali kota dari 48 daerah yang menjadi tamu undangan. Diantaranya ada Wakil Wali Kota Tegal; Tanatoraja; Nias Utara; Natuna; ; Mojokerto, Kota Probolinggo dan lain sebagainya. Mereka lalu disuguhi dengan iringan musik Ishari yang dimainkan oleh jajaran Forkopimda.

BERJUBEL: Masyarakat di sepanjang Jalan Pahlawan saat menyaksikan iring-iringan Kirab Pataka. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menyampaikan, Kirab Pataka itu dipersembahkan untuk masyarakat Kota Pasuruan. Melalui agenda itu, pihaknya juga ingin menanamkan benih pemahaman historis Kota Pasuruan.

“Kirab Pataka ini untuk mengenang Untung Suropati dalam mempertahankan Kota Pasuruan. Pataka merupakan surat perintah untuk menjaga tonggak Kota Pasuruan,” kata Teno dalam sambutannya.

Selain itu, Teno juga menyampaikan agenda tahunan itu diharapkan menjadi salah satu daya tarik untuk menghidupkan segala sektor di Kota Pasuruan. Baik sektor usaha maupun sektor pariwisata. Sehingga, dapat membangun animo positif dalam pembangunan Kota Pasuruan itu sendiri.

“Tantangan terberat kami saat ini yakni peningkatan sumber daya manusia. Baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakatnya. Harapan kami juga semoga momen ini bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya. (tom/fun)