Darurat Demam Berdarah, Desa di Dringu Serentak Bersih-Bersih

DRINGU – Kabupaten Probolinggo tengah darurat kasus demam berdarah (DB). Selama pekan pertama bulan ini, tercatat ada 101 kasus DB. Karena itu, semua desa di Kabupaten Probolinggo, serentak menggelar besih-bersih dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), Jumat (8/2).

Ilustrasi

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Bupati Probolinggo. Seperti yang dilakukan oleh Desa/Kecamatan Dringu.

Pemerintah Desa melibatkan posyandu, tim Jumantik, Despia (Desa Dringu Peduli Ibu dan Anak), dan warga untuk serentak bersih-bersih. Baik itu membersihkan lingkungan, maupun bak kamar mandi.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoeluanto menjelaskan, dalam rapat koordinasi (rakor) sehari sebelumnya, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari menginstruksikan untuk serentak melakukan gerakan PSN.

Salah satunya, menginstruksikan pada semua desa untuk bersih-bersih dan PSN. ”Hari ini memang serentak, semua desa di Kabupaten Probolinggo bersih-bersih dan menggerakkan PSN,” katanya.

Sejauh ini, dikatakan Anang, kasus DB yang terjadi harus disikapi dengan serius. Sebab, sampai saat ini sudah ada 101 kasus DB. Dan, satu kasus di antarnaya mengakibatkan penderita meninggal.

Jika dibandingkan dengan data tahun lalu, menurutnya, jumlah kasus DB per Feberuai saja, sudah melebihi jumlah kasus DB selama tahun 2018. ”Sampai kemarin (Kamis, Red.), kasus demam berdarah ada 101 kasus dan satu penderitanya meninggal dunia. Memang terus meningkat kasus DB. Karena itu, Ibu Bupati menginstruksikan untuk serentak melakukan PSN,” terangnya.

Kepala Desa Dringu Bukhari Subhan saat dikonfirmasi mengatakan, desanya bebas dari DB, meski berada di dataran rendah. Sebab, bersih-bersih bersama warga, tidak hanya kali ini dilakukan. Sebelumnya, desa kerap bersih-bersih serentak bersama warga.

”Dengan adanya kasus demam berdarah yang meningkat ini, kami semakin mengimbau pada mayarakat untuk lebih menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Termasuk gerakan PSN dengan 3M plus,” terangnya. (mas/fun)