Honor Jumantik Rp 30 Ribu Per Bulan, Diusulkan Ditambah

MAYANGAN – Komisi III DPRD Kota Probolinggo mengusulkan agar honor juru pemantau jentik (Jumantik) dinaikkan. Tujuannya, agar Jumantik lebih aktif melaksanakan tugas memantau jentik nyamuk di lingkungan masyarakat.

“Kalau Jumantik sekarang tidak aktif, ya dinaikkan saja honornya. Saat ini honor Jumantik Rp 30 ribu per bulan. Bisa dinaikkan jadi Rp 50 ribu per bulan,” ujar Agus Rianto, ketua Komisi III setelah rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah instansi, Jumat (8/2). Salah satunya dengan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo.

Dalam RDP tersebut, Komisi III menyarankan kepada Dinkes agar mengajukan kenaikan honor Jumantik saat pembahasan penyesuaian APBD (P-APBD) 2019 bersama banggar. “Kalau sebelumnya Rp 30 ribu, jadi Rp 50 ribu per bulan,” ujarnya.

Menurut politisi PDIP ini, posisi Jumantik memiliki peran strategis untuk mengurangi angka Demam Berdarah Dengue (DBD). Mereka harus lebih aktif memantau jentik nyamuk di lingkungan dan rumah warga.

Sementara itu, Wiwit, seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kota Probolinggo mengungkapkan, langkah paling efektif menurunkan penderita DBD yaitu melibatkan Jumantik.

“Di setiap kelurahan ada 20 Jumantik. Jadi, total di seluruh kota ada 580 Jumantik,” ujarnya.

Setiap bulan Jumantik mendapatkan honor sebesar Rp 30 ribu. Tugasnya yaitu memeriksa jentik nyamuk di rumah warga.

Fogging hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik-jentik nyamuk tetap akan bertahan. Untuk mengatasi jentik nyamuk ini, maka perlu peran dari Jumantik,” ujarnya. (put/hn)