Inilah Home Industry Aneka Kasur di Desa Curahrejo yang Banyak Serap Tenaga Kerjanya

Selama ini Desa Curahrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai desa yang dihuni mayoritas petani. Namun, sebagian mereka ada yang membuka usaha mandiri berupa industri kasur. Meski hanya berangkat dari desa, produknya banyak terkirim ke luar pulau.

RIZAL FAHMI SYATORI, Sukorejo

Meski minim keberadaan pabrik ataupun industri, kegiatan ekonomi warga Desa Curahrejo, Kecamatan Sukorejo, tetap terus menggeliat. Selain bertumpu pada sektor pertanian, ada juga sejumlah home industry.

INDUSTRI MANDIRI: Sejumlah ibu di Desa Curahrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memproduksi kasur untuk memenuhi permintaan konsumen. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari sejumlah usaha rumahan itu, salah satunya memproduksi aneka kasur. Usaha turun temurun sejak puluhan tahun lalu ini banyak ditemui di Dusun Jatisari. “Home industry aneka kasur ini merupakan salah satu produk unggulan di desa kami. Selain padi dan jagung di sektor pertanian,” ujar Kepala Desa Curahrejo Jamil.

Jamil mengatakan, keberadaan usaha rumahan ini sangat berdampak positif terhadap sektor perekonomian. Serta, dapat membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Sebab, usaha ini mampu menyerap banyak tenaga kerja, terutama ibu-ibu rumah tangga. Sehingga, mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan di luar pertanian.

Adanya usaha ini juga mendapat perhatian penuh dari pemerintah desa. Salah satunya dibantu mempromosikan dan meningkatkan skill para pengusahanya melalui beragam pelatihan. Pelatihan ini biasanya digelar dengan mengandeng instansi terkait di Pemkab Pasuruan.

“Ini menjadi salah satu produk unggulan di desa kami, di samping produk pertanian seperti padi dan jagung. Kami juga tidak tinggal diam membantu mereka mengembangkan usahanya. Salah satunya dengan memberikan perhatian,” ujarnya.

Salah seorang pelaku usaha kasur ini ada Muklis, 27. Warga Dusun Jatisari itu mengaku, setiap hari memproduksi aneka kasur untuk memenuhi pesanan konsumen. Bahan, bakunya berupa kapas, kapuk, dakron, dan kain dengan mudah bisa didapatkan dari sekitaran Sukorejo. Namun, sebagian ada yang harus dibeli dari luar daerah.

Muklis mengaku, selama ini tidak ada kendalam berarti dalam memasarkan hasil produksinya. Pasarnya terbuka luas tak hanya di Kabupaten Pasuruan. Namun, juga masuk pasar Jombang, Malang, Madura, Surabaya, dan Jember. Bahkan, hingga ke luar pulau, seperti Kalimantan, Bali, dan Sumatera.

“Produk aneka kasur di tempat kami kualitasnya tetap terjaga dan tidak kalah dari daerah lain. Harganya pun bersaing. Karena laku keras di pasaran, kami produksinya setiap hari,” ujarnya. (fun)