Longsor di Lawang Kedaton Rawan Terjadi Lagi

TIRIS – Bencana banjir dan longsor di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Probolinggo. Sebab, Dusun Lawang Kedaton, Desa Andungbiru, terancam terisolasi lagi.

DITUTUP TERPAL: Tebing di Desa Andungbiru yang rawan longsor lagi, terlihat dari kejauhan. (BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

Sebabnya, ada tiga titik di Dusun Lawang Kedaton yang rawan longsor. Bahkan, longsor rawan memutuskan jalan.

Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Probolinggo menilai perlu pembangunan plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT) sesegera mungkin. Bahkan, BPBD telah mengajukan anggaran ke Bupati Probolinggo untuk segera dibangun. Sebab, jika menunggu bantuan dari BNPB atau kementerian, membutuhkan waktu lama.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menjelaskan, pascabencana pihaknya mengusulkan pembangunan plengsengan atau TPT di Dusun Kedaton. Karena ada tiga titik jalan di Dusun Lawang Kedaton yang terdampak longsor.

”Akibat longsor akhir tahun kemarin, jalan di Dusun Lawang Kedaton itu sisa sekitar tiga meteran. Jika tidak segera dibangun penahan tebing, bisa habis jalan itu dan dusun itu (Lawang Kedaton) akan terisolasi,” katanya.

Anggit menjelaskan, salah satu titik yang rawan longsor dan perlu dibangun penahan tebing berada di lokasi longsor tahun lalu. Di tempat itu, ada tebing dengan ketinggian 75 meter. Ada dua sisi yang rawan di sini, yaitu sisi kiri dan kanan. Sisi kiri, jalan rawan tergerus. Dan, di sisi kanan, ada rumah rawan tertimpa longsor.

”Jika tidak segera digarap, itu sangat bahaya. Karena bisa jalannya hilang terbawa longsor ke bawah dan rumah juga akan tertimpa longsor,” terangnya.

Anggit mengaku sudah mengajukan ke Bupati Probolinggo dan sudah mendapat petunjuk untuk segera dikerjakan. Hanya saja, masih perlu dibahas, terkait teknis penganggarannya.

Sebab, saat ini tahun anggaran sudah berjalan. Menunggu PAK 2019 atau APBD 2020 akan terlalu lama. Sedangkan mengajukan bantuan ke BNPB, juga prosesnya panjang dan lama karena pascabencana.

”Kami sudah imbau pindah, tapi karena lahan belum ada, jadi tidak pindah. Kami sudah kirim surat ke Camat, imbauan saat turun hujan satu jam lebih, untuk lebih waspada dan mencari tempat lebih aman,” terangnya. (mas/fun)