Pemdes Plintahan Kembali Desak Investor agar Lanjut Pembangunan Pasar Wisata

PANDAAN – Pembangunan pasar wisata di Dusun Mlaten, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, kondisinya memprihatinkan. Saat ini, pembangunan pasar wisata itu mangkrak.

Pasar wisata itu sendiri dibangun di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) Plintahan, seluas 1,8 hektare. Pembangunannya dilakukan sejak 2015 oleh PT Soka Darma Widya dari Surabaya selaku investor. Dengan nilai investasi sebesar Rp 20,5 miliar.

Targetnya, dalam dua tahun pembangunan pasar wisata itu sudah tuntas. Kemudian dilanjutkan dengan operasional. Namun, faktanya saat ini pembangunan pasar wisata itu mandek.

“Pekerjaan fisik bangunannya sudah ada, tapi hanya 20 persen saja. Masih kurang 80 persen. Tentu kelanjutan pembangunannya menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor. Ini sesuai dengan MoU dengan pemdes,” terang Kades Plintahan Sanusi.

Jika melihat MoU antara pemdes dengan investor, menurut Sanusi, mestinya akhir 2017 pembangunan pasar wisata itu sudah tuntas. Dan saat ini, sudah waktunya ditempati dan beroperasi.

Masih menurut MoU yang ada, masa konsensi atau izin pengelolaan dilakukan 20 tahun. Namun, dua tahun di awal dipakai untuk pembangunan fisik pasar wisata.

Dan jika ada keterlambatan untuk pembangunan fisik, maka ada sanksi untuk investor. Yaitu, investor berkewajiban membayar denda ke pemdes Rp 100 juta untuk keterlambatan fisiknya.

“Molor dua tahun dirasa sudah cukup, tentunya tak boleh bertambah lagi. Kami mendesak pihak investor menuntaskan sisa bangunan tahun ini. Jika tidak, dievaluasi lagi MoU-nya,” ucap Kades.

Secara terpisah, media ini berusaha menghubungi Bambang selaku direktur PT Soka Darma Widya via telepon. Namun, hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan dari yang bersangkutan. (zal/fun)