Perbaikan Plengsengan Ambrol di Manaruwi, Masih Tunggu Proses Ini

BANGIL – Pemkab Pasuruan berusaha mempercepat penanganan plengsengan ambrol di Dusun Satak, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil. Salah satunya dengan mengajak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bekerja sama membangun bronjong.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, plengsengan itu merupakan kewenangan BBWS Brantas. Namun, pihaknya tidak ingin hanya berpangku tangan melihatnya ambrol. Sebab, ambrolnya plengsengan ini berisiko terhadap keselamatan warga.

Jika hujan, dikhawatirkan tanggul yang ada saat ini jebol. Sehingga, air Sungai Kedunglarangan meluberi perkampungan warga. “Kami ingin mempercepat penanganan plengsengan yang ambrol itu,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya berkoordinasi dengan BBWS Brantas, untuk bekerja sama dalam memperbaiki plengsengan yang ambrol itu. Namun, sejauh ini pengajuan kerja sama itu masih menunggu jawaban BBWS Brantas. “Keinginan kami, penanganannya dilakukan dengan sharing. Kami yang menyediakan batu dan pekerja, BBWS Brantas yang menyediakan kawat bronjongnya,” ujarnya.

Bakti mengatakan, karena sifatnya darurat, direncanakan di lokasi plengsengan itu akan dibangun bronjong. “Bentuknya penanganan kedaruratan berupa bronjong. Mudah-mudahan bisa terpenuhi dalam bulan ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Satak, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, diselimuti rasa waswas. Itu, disebabkan ambrolnya plengsengan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan, Minggu (3/2) sore. Risiko ambrolnya plengsengan itu sudah terasa sejak lima hari sebelum kejadian. Karena sebelum kejadian sudah retak-retak.

Minggu itu, plengsengan sepanjang 50 meter yang dibangun pada 2000 itu runtuh. Warga khawatir air sungai meluap dan menggenangi lingkungannya. Sedangkan, Pemkab Pasuruan tidak bisa segera mengambil tindakan. Mengingat, Sungai Kedunglarangan di bawah kewenangan BBWS Brantas. (one/rud)