Suami Penikam Anak-Istri lalu Coba Bunuh Diri Masih Berstatus Saksi

DIMINTA KETERANGAN: Penyidik Polres Pasuruan Kota memeriksa terlapor Andriyanto (kiri) yang dipolisikan karena melukai istri dan anaknya menggunakan pisau, Jumat (8/2). (Satreskrim Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Penyidik Polres Pasuruan Kota terus menyelidiki kasus yang dialami keluarga pasangan suami-istri (pasutri) Andriyanto, 37 dan Ani, 33. Sampai Jumat, polisi belum menetapkan tersangka.

Andriyanto yang dipolisikan keluarga Ani, masih berstatus sebagai saksi. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Pasuruan masih terus menggali keterangan sejumlah saksi.

Sejauh ini ada tiga orang yang dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Jumlah mereka juga tidak menutup kemungkinan bertambah.

“Mereka, adik korban yang juga sebagai pelapor, kemudian ada dua warga atau tetangga yang mengetahui serta menolong pasutri dan anaknya pasca kejadian,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Slamet menjelaskan, Ani sang istri yang menjadi korban pembacokan mengalami luka serius. Dia masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Pihaknya juga belum bisa meminta keterangan dari Ani.

“Terlapor sudah menjalani rawat jalan dari rumah sakit. Dia saat ini sudah ada di Polres untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Meski banyak pihak yang menyebut Andriyanto sebagai penganiaya istrinya, Ani dan anaknya, Nesya, 8, Slamet menyebut pihaknya tak mau gegabah. “Statusnya masih saksi karena kami perlu menggali keterangannya dulu. Juga butuh waktu untuk mendalami kasusnya agar lebih jelas,” ujar Slamet.

Selain keterangan para saksi, Slamet mengaku juga terus mengumpulkan barang bukti. Di antaranya, ada pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah.

Pihaknya juga masih menunggu hasil visum para korban. “Tentu juga akan diperkuat dengan visum yang akan dijadikan salah satu alat bukti untuk memperkuat. Selain keterangan saksi dan barang bukti yang sudah kami amankan,” jelasnya. (tom/rud)