Sempat Molor, Penerima Bantuan Pangan Non Tunai Bisa Belanja Bulan Ini

PASURUAN – Ribuan warga Kota Pasuruan yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tampaknya harus sedikit bersabar. Sebab, pencairan dana bantuan di awal tahun ini terlambat.

Itu dikarenakan adanya kendala administrasi yang terjadi di tingkat Kementerian. Sehingga, keterlambatan pencairan dana itu juga berimbas ke seluruh daerah. Di Kota Pasuruan, pencairan semestinya per tanggal 25.

“Untuk bulan Januari kemarin ada keterlambatan, sebagaimana pemberitahuan dari Kemensos (Kementerian Sosial),” ujar Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kota Pasuruan, Machmud Chaudi, Sabtu (9/2).

Menurutnya, pencairan dana bantuan untuk bulan Januari kemarin, baru dicairkan pada 29 Januari. Namun, KPM juga belum bisa langsung membelanjakannya dalam bentuk sembako. Sebab, memasuki awal tahun ini, hampir seluruh agen masih mempersiapkan pasokan sembako.

“Sehingga pembelanjaan bantuan oleh KPM untuk Januari baru dimulai 13 Februari mendatang. Karena saat ini agen-agen e-Warung masih mempersiapkan pasokan barangnya,” ujar Chaudi.

Ia merinci, di Kota Pasuruan ada 7.778 KPM. Masing-masing mereka mendapatkan uang belanja Rp 110 ribu per bulan. Namun, duit itu hanya dapat dibelanjakan beras dan telur di e-Warung yang tersebar di 39 lokasi di Kota Pasuruan.

“Kami dapat memastikan untuk bulan kedua tahun ini tidak akan ada kendala dalam pencairan. Dana bantuan akan cair seperti biasanya, tanggal 25 dan langsung bisa dibelanjakan, karena pasokan barang juga dipastikan terpenuhi,” ujarnya. (tom/fun)