Suami Penikam Anak-Istri jadi Tersangka dan Ditahan

SUDAH DITAHAN: Andriyanto saat diperiksa penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Dia ditetapkan menjadi tersangka usai melukai anak dan istrinya, Kamis (7/2) silam. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Upaya polisi mengusut kasus penusukan pisau yang dilakukan Andriyanto, 37, terhadap anak dan istrinya, terus berlanjut. Setelah menggelar penyelidikan dengan menggali keterangan Andriyanto sebagai saksi, kini penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pasuruan menaikkan status perkara tersebut.

Dengan begitu, Korps Bhayangkara juga telah menetapkan adanya tersangka dalam kasus tersebut. Tak lain ialah Andriyanto yang merupakan pelaku tunggal dalam penusukan anak serta istrinya menggunakan pisau dapur.

“Terlapor (Andriyanto) sebelumnya telah kami mintai keterangan sebagai saksi setelah dia dinyatakan rawat jalan oleh pihak rumah sakit. Dari hasil keterangan para saksi yang diperkuat dengan beberapa barang bukti, kasus ini kami naikkan ke tahap penyidikan,” kata Kasatreskrim Polresta Pasuruan, AKP Slamet Santoso, Sabtu (9/2).

Naiknya status Andriyanto, juga sudah berdasarkan kajian. “Tentu statusnya sekarang sudah tersangka. Alat bukti yang diperlukan penyidik dan unsur pidananya sudah memenuhi,” ujarnya.

Setelah menyandang status tersangka itu, Andriyanto juga kini mulai menjalani masa penahanan di sel Mapolresta Pasuruan selama proses penyidikan berlangsung. Selain menggali keterangan pelaku, sebelumnya penyidik sudah memeriksa tiga orang.

Mereka yakni adik korban yang juga sebagai pelapor, kemudian dua warga yang mengetahui serta menolong pasutri dan anaknya saat mendera luka bacokan. Keterangan para saksi itu juga diperkuat dengan beberapa barang bukti lain. Diantaranya pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah.

Eks Kapolsek Purwodadi dan Wonorejo itu membeberkan, bahwa tersangka diancam dengan UU RI Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Ancaman hukuman yang diterapkan yakni Pasal 44 Ayat 2.

“Ketentuan pidananya paling lama 10 tahun pidana penjara karena mengakibatkan korban mengalami luka berat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Andriyanto, 37, warga Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, tega melukai istri dan anak dengan menggunakan pisau dapur. Setelah kalap, pelaku melukai diri sendiri dengan menusukkan pisau ke perut.

Tragedi berdarah itu diawali pertengkaran antara pasutri tersebut, Kamis (7/2) sekira pukul 02.00 WIB. Pertengkaran memuncak hingga Andri kalap. Ia mengambil pisau dapur lalu menyabetkan ke arah istrinya hingga menusuk dada dan perut ibu dari anak semata wayangnya itu.

Mendengar jerit kesakitan ibu dan teriakan ayahnya, putri mereka terbangun. Bocah kelas 3 SD itu langsung mencoba membela ibunya. Namun karena tak bisa mengendalikan diri, sang anak tersabet pisau di bagian punggung. (tom/fun)