3 Kelurahan di Kota Pasuruan Terendam Banjir, Nenek Dievakuasi

GADINGREJO-Meski sudah menapaki usia 333 tahun, Kota Pasuruan masih punya problem klasik yang sulit terurai; banjir. Lagi-lagi, sejumlah wilayah di kota setempat terendam banjir mulai Minggu malam (10/2) hingga Senin pagi (11/2) atau sekitar 12 jam-an.

Banjir mulai masuk ke pemukiman warga sejak pukul 20.00. Dan, mencapai puncaknya sekitar pukul 22.00. Ketinggian permukaan air pun bervariasi mulai dari 60 sentimeter sampai 110 sentimeter.

Warga setempat pun sudah mulai mengamankan barang-barangnya, seperti televisi dan barang elektornik lainnya di lantai dua sejak genangan mulai masuk ke pemukiman. Kendati demikian, warga setempat memilih bertahan di rumahnya.

Banjir ini menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) dan rumah harus terendam. Rinciannya, 1.019 jiwa dan 281 KK di Kelurahan Karangketug; 495 jiwa dan 202 KK di Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo serta 660 jiwa dan 225 KK di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul.

Banjir ini bahkan menyebabkan seorang wanita di Dusun Karangasem, Kelurahan Karangketug bernama Solihatin, 70 harus dievakuasi, karena sakit. Selama evakuasi ini, ia bermalam di dalam ambulan. Banjir sendiri baru surut Senin pagi (11/2) sekitar pukul 08.00.

Kalaksa BPBD Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayah Kota Pasuruan disebabkan intensitas hujan yang tinggi di wilayah selatan. Seperti Tosari dan Purwodadi.  Kondisi ini ditambah dengan hujan deras yang juga melanda wilayah perkotaan.

“Hal ini menyebabkan Kali Petung dan Sungai Welang meluap. Genangan ini pun masuk ke rumah penduduk. Luapan Kali Petung menyebabkan sejumlah rumah di Kelurahan Bakalan terendam, sementara Sungai Welang menyebabkan Karangketug dan Randusari terendam,”jelas Yanuar. (riz/mie)