Banjir Rendam 3 Kecamatan Wilayah Timur Kab Pasuruan dan Jalur Pantura

 WINONGAN–Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan pada minggu malam (10/02) membuat 6 Desa di 3 Kecamatan wilayah Timur kembali terendam banjir. Banjir itu cukup awet, karena baru benar-benar surut Senin siang (11/2).

Bakti Jati Permana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah timur kabupaten berimbas pada 3 Kecamatan. Yaitu Winongan, Grati dan Rejoso. “Ini lantaran selain curah hujan yang cukup tinggi juga adanya kiriman air dari Lumbang. Sehingga membuat Sungai Rejoso meluap,” terangnya.

Untuk hujan sendiri memang cukup tinggi dari rata-rata hujan biasanya dibawah 50 mm per hari. Nah, pada hujan Minggu malam bisa mencapai 80-90 mm per hari. Bahkan, durasinya mencapai 2 jam. Kondisi ini membuat terjadi genangan dan kiriman air dari Lumbang sehingg meluber di kawasan Winongan dan Grati.

“Untuk Winongan yang terdampak adalah di Desa Prodo, Bandaran dan Winongan Kidul. Sedangkan di Grati adalah di Kedawungkulon,” terangnya.

Tingginya banjir bisa menacapai 80-90 sentimeter untuk di Kedawung Kulon, Grati khususnya di dekat Sungai. Sedangkan di pemukiman rata-rata mencapai 60 cm pada tengah malam saat puncak banjir. Namun saat Senin siang, sudah menyusut.

Sedangkan di Rejoso daerah yang terdampak adalah Desa Toyaning dan Pateguran. Banjir justru mulai terdampak pada Senin pagi. “Untuk Rejoso ini lantaran kiriman air mengalir dari Sungai Rejoso,” terangnya. Dari total 6 Desa di 3 Kecamatan tersebut berimbas kurang lebih 2.000 KK yang terdampak.

Lukman Hakim, Kades Prodo, Winongan mengatakan bahwa banjir sudah terjadi di desanya sejak Maghrib dan makin tinggi pada tengah malamnya. “Awalnya hujan deras dari pukul 16.30 sampai malam hari, sehingga sungai Rejoso meluap terutama juga kiriman air dari atas,” terangnya.

Camat Winongan, Tectona Jati mengatakan untuk banjir kemarin terimbas di beberapa  Desa di Kecamatan Winongan mulai dari Prodo, Bandaran sampai Winongan Kidul. Sampai pagi dan siang kemarin air masih tergenang di jalan dengan ketinggian 20-30 cm. Namun dikatakan aktivitas masyarakat masih lancar untuk anak sekolah sampai pegawai.

“Untuk jalan pagi harinya memang masih ada genangan hingga 20-30 cm. Tapi masih bisa dilewati sehingga aktivitas masyarakat masih bisa jalan kendati terganggu,” terangnya.

 

Jalur Pantura Tergenang

Selain menggenangi sejumlah wilayah timur, banjir juga sempat menggenangi jalur pantura di Desa Tambakrejo, Kraton, Minggu malam (10/2). Air mulai menggenangi jalan sejak sekitar pukul 23.00.

Meski begitu, ruas jalan setempat masih dilewati sejumlah kendaraan. Namun, mobil dan truk sudah diminta lewat jalan tol Gempol-Pasuruan lewat pintu tol Kebonagung.

Namun, tak sedikit juga truk-truk yang memilih bertahan di sekitar lokasi untuk menunggu banjir surut. (eka/mie)