Bus Pariwisata Seruduk Innova-Jupiter di Tejowangi, Satu Luka-luka

PURWOSARI–Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di jalur Malang-Surabaya masuk Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Senin pagi (11/2). Sebuah bus Pariwisata AA 1485 ED hilang kendali hingga menyeruduk mobil Innova N 1621 FW dan motor Yamaha Jupiter N 5674 TAD.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.00. Kecelakaan bermula saat Bus Pariwisata yang disopiri Wahyu Utomo, 46, asal Kecamatan Klojen, Kota Malang melaju dari arah selatan ke utara.

Saat sampai di lokasi kejadian, bus pariwisata itu tiba-tiba menyeruduk motor yang ada di depannya. Motor Yamaha Jupiter itu dikendarai Kodio Adi Saputra, 20, yang membonceng Asluluk, 39, keduanya warga Desa Ngembal, Kecamatan Tutur.

Saat itu juga, motor beserta pengendara dan penumpangnya yang dibonceng terpental, jatuh ke kiri jalan. Selanjutnya, bus terus melaju dan menabrak kendaraan di depannya. Yakni mobil Toyota Innova yang dikemudikan Suwaji, warga Desa Tupak, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Mobil Innova pun hilang kendali hingga nangkring di median jalan. “Bus pariwisatanya menabrak dua kendaraan di depannya secara berurutan di lokasi kejadian. Awalnya tabrak motor dulu, setelah itu giliran mobil hingga naik ke median,” jelas Kaposlantas Purwosari, Aiptu Suwandi.

Sesaat setelah kejadian, penumpang motor bernama Asluluk dievakuasi ke IGD Puskesmas Purwosari. Ia mengalami punggung nyeri, kepala belakang robek dan hidungnya keluar darah.

Untuk ketiga kendaraan terlibat dalam laka lantas ini, semuanya mengalami kerugian materiil. Sopir bus pariwisata pada bumper depan pecah dan kaca depan retak.

Kemudian motor Yamaha Jupiter bodi belakangnya ringsek dan roda belakang bengkok. Lalu mobil Toyota Innovanya bodi belakang pesok, kaca belakang pecah dan bodi samping kiri pesok.

Sekitar satu jam kemudian pasca kejadian, proses evakuasi ketiga kendaraan terlibat laka lantas ini berhasil dilakukan. Itu setelah petugas kepolisian mendatangkan truk derek.

“Penyebab lakanya diduga kuat sopir bus pariwisatanya ngantuk dan kurang jaga jarak dengan kendaraan di depannya. Posisinya dalam kejadian ini dipihak tak menguntungkan,” jelas Suwandi. (zal/mie)