Dinas Kesehatan Klaim Belum Temukan Stunting, Tapi Minta Tetap Waspada

PASURUAN – Gejala stunting pada bayi di Kota Pasuruan sejauh ini masih minim. Bahkan, Dinas Kesehatan setempat belum menemukan kasus signifikan yang bisa diidentifikasikan dengan gejala tersebut.

“Sampai saat ini belum ada temuan gejala stunting pada bayi-bayi di Kota Pasuruan,” kata Plt Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.

Kendati demikian, pihaknya tetap memantau gejala stunting yang bisa saja muncul. Menurut Shierly, gejala stunting memang bisa terjadi pada setiap anak. Sehingga, meski kasusnya di Kota Pasuruan kini belum ditemukan, namun potensi itu tetap ada.

“Kami rutin mendata kondisi bayi-bayi yang mendapatkan pelayanan. Baik melalui Posyandu maupun Puskesmas,” kata dia.

Ia juga meminta masyarakat tetap waspada akan gejala stunting. Di antaranya, apabila berat badan bayi tidak naik atau bahkan cenderung menurun. Lalu, keterlambatan menstruasi pertama pada anak. Dan, kondisi imunitas anak yang lemah dengan ditandai mudahnya terserang penyakit.

“Sementara, untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, harus rutin periksa ke pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Hal itu perlu dilakukan setiap ibu yang memiliki bayi. Karena pencegahan gejala stunting justru lebih efektif dilakukan saat masa awal kehidupan, yaitu 1.000 hari pertama. Di antaranya dengan memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk.

“Karena risiko stunting juga akan berlangsung hingga anak tumbuh dewasa. Seperti kesulitan belajar, lemahnya kemampuan kognitif, mudah lelah, dan mudah menderita berbagai penyakit kronis di usia dewasa,” pungkas dia. (tom/fun)