Meski sudah Operasional, Dishub Tak Tarik Retribusi Terminal Wisata

TRANSIT DISINI: Sejumlah mobil milik wisatawan yang transit di terminal wisata Pasrepan beberapa waktu lalu. Sejauh ini terminal wisata masih belum ditarik retribusi. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASREPAN – Setelah 4 tahun dilakukan pembangunan, terminal Wisata di Kecamatan Pasrepan sudah mulai difungsikan akhir tahun 2018 lalu. Karena masih tahap awal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan masih belum menarik retribusi bagi kendaraan yang transit di Terminal Wisata Pasrepan.

Hal tersebut diungkapkan Hery Yitno, Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan. Hery mengatakan, terminal wisata sudah mulai diaktifkan sejak bulan November 2018 lalu. Namun karena masih tahap awal, sementara ini sifatnya hanya sosialisasi agar pengendara ataupun wisatawan bisa memanfaatkan Terminal Wisata sebelum naik atau turun dari Bromo.

“Terminal wisata ini kan tujuannya bisa sebagai transit atau tempat istirahat sejenak bagi pengendara atau wisatawan yang ke atau dari Bromo,” terangnya.

Namun karena masih tahap awal, Dishub masih belum menarik restribusi bagi kendaraan yang masuk. Ini lantaran masih tahap sosialiasi agar pengendara atau sopir tahu bahwa ada Terminal Wisata di Pasrepan. Karena masih tahap awal dimungkinkan bahwa masih banyak kendaraan yang belum tahu bahwa Terminal Wisata sudah berfungsi.

“Tapi sudah ada beberapa kendaraan yang masuk, seperti bus termasuk jip yang turun dari Bromo. Ini masih terus kami sosialisasikan sebelum diaktifkan penuh,” terangnya.

Terkait rencana besaran retribusi nantinya, Hery mengaku, masih belum bisa memastikan karena akan melihat kondisi dan situasi terlebih dahulu. Sehingga sampai kapan terminal wisata digratiskan, juga belum ada target.

Selain itu, kios sejumlah 29 buah juga belum difungsikan seluruhnya. Sudah ada 23 pedagang, tapi merupakan pedagang lama. Sedangkan 6 kios sementara masih kosong. “Untuk yang 6 ini rencananya akan kami buat sebagai tempat berjualan produk unggulan Kabupaten Pasuruan. Misalnya seperti kopi kapiten, jus durian sehingga juga sebagai mengenalkan produk lokal,” terangnya.

Terminal Wisata sendiri adalah proyek yang dibangun multiyears. Dibangun sejak tahun 2015 lalu dan menghabiskan anggaran hingga Rp 5 Miliar. Setelah rampung, akhir tahun 2018 lalu sudah mulai difungsikan dan diharapkan bisa sebagai tempat transit bagi pengendara yang melewati Pasrepan. (eka/fun)