Pembangunan Rumah Potong Ayam Terganjal Lahan

BANGIL – Keinginan Pemkab untuk memiliki Rumah Potong Ayam (RPA) di Kabupaten Pasuruan, bukan perkara mudah. Faktor ketiadaan lahan menjadi ganjalan untuk merealisasikannya. Hal inilah, yang membuat pendirian RPA tersebut belum bisa terwujud hingga sekarang.

Padahal, keberadaan RPA tersebut sangat dibutuhkan. Tak lain, untuk menjadi jaminan kualitas dan standarisasi dalam pemotongan unggas.

Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Ari Widodo mengungkapkan, pendirian RPA belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Meski keberadaan RPA, dibutuhkan.

Selain faktor ketersediaan anggaran, masalah lainnya adalah berkaitan dengan lahan. “Ketiadaan lahan itulah, yang menjadi ganjalan untuk pendirian RPA,” sampainya.

Ia menyebutkan, pendirian RPA tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Idealnya, jauh dari kawasan pemukiman. Supaya, mengurangi resiko gangguan terhadap pemukiman warga.

“Masalahnya, kami belum memiliki lahan yang dibutuhkan tersebut. Untuk pengadaan lahan pun, belum tersedia penganggarannya. Padahal, keberadaan RPA dibutuhkan,” imbuhnya.

Dampak inilah, Pemkab hanya bisa melakukan monitoring dalam pemotongan unggas yang dilakukan pihak swasta. “Kami lebih pada pengawasan, terhadap RPA-RPA yang rata-rata dimiliki pihak swasta,” pungkasnya. (one/fun)