Ratusan Santri di Kota Pasuruan Masuk Daftar Pemilih Tambahan

PASURUAN – Pendataan untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu 2019, tidak hanya dilakukan di Lapas. Namun, juga di pesantren. Ratusan santri di Pondok Pesantren Salafiyah pun masuk dalam DPTb Pemilu 2019.

TERCATAT: Dua santri Salafiyah menunjukkan form A5. (KPU for Jawa Pos Radar Bromo)

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Pasuruan A Sofyan Sauri menyebut, ada 693 santri yang punya hak pilih di pesantren Salafiyah. Dengan rincian, 265 santri putra dan 428 santri putri.

“Setelah itu, juga kami verifikasi datanya karena dalam form A5 itu harus dicantumkan alamat lengkap. Jadi, perlu dokumen administratif seperti fotokopi KK sebagai bukti otentik untuk penerbitan form A5. Selain itu, juga berkaitan dengan DPT di domisili asalnya,” kata Sofyan, Minggu (10/2).

Selain di Ponpes Salafiyah, kata Sofyan, pendataan santri juga akan dilakukan di Ponpes Bayt Al Hikmah. Sejauh ini, KPU telah mengantongi data santri sekitar 175 orang. Menurut Sofyan, seluruh santri yang didata itu tak seluruhnya warga luar kota.

“Akan tetapi ada santri asal Kota Pasuruan yang tetap harus dimasukkan dalam DPTb. Kebijakan pesantren tidak bisa nyoblos di TPS asal karena berbarengan dengan masa ujian. Makanya, kami fasilitasi dengan penerbitan form A5,” jelasnya.

Sementara, Kordiv Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Pasuruan Awanul Mukhris membeberkan, pemilih berbasis pesantren menjadi potensi cukup besar untuk dimasukkan dalam DPTb. Sehingga, kpu harus mendata seluruh santri yang tidak bisa mencoblos di daerah asalnya.

“Jadi, harus diakomodasi seluruhnya, dengan catatan sudah memenuhi persyaratan sesuai regulasi. Namun, memang perlu waktu untuk memproses datanya. Harapan kami KPU bisa menyelesaikan pemilih yang akan dimasukkan dalam DPTb agar tidak kehilangan hak suaranya,” ungkap Mukhris. (tom/fun)