Sebut Satu Gila yang Dipasung Hanya Ada di Kraton, Alasannya Membahayakan

BANGIL – Langkah pemerintah untuk mewujudkan bebas pasung di Kabupaten Pasuruan, belum sepenuhnya terlaksana. Kenyataannya, hingga kini masih ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih hidup terpasung.

Hal itu tidak dibantah oleh Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi. Ia menjelaskan, jumlah warga yang menyandang ODGJ di Kabupaten Pasuruan mencapai 86 orang. Dari jumlah itu, diakuinya belum semuanya bebas dari pasung.

“Masih ada yang terpasung. Sisa satu orang. Satu-satunya orang tersebut, berada di wilayah Kraton,” ungkap Agus. Ia menambahkan, perhatian terhadap warga yang menyandang ODGJ memang diberikan. Termasuk kepada mereka yang hidup dengan terpasung.

Berbagai upaya tengah dilakukan, supaya tidak lagi ada pemasungan. Namun, pihak keluarga memilih untuk memasung. Hal itu terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi ODGJ tersebut membahayakan orang lain.

Kendati begitu, pihaknya yakin bisa merealisasikan program bebas pasung tahun 2019 ini. Selain pengobatan yang kontinyu, juga pengawasan akan dilakukan terhadap pasien. Khususnya mereka yang terpasung.

“Kami akan melibatkan relawan untuk melakukan pengawasan. Yang jelas, kami upayakan pasungnya bisa dilepaskan. Pengobatan pun akan kami lakukan terus, supaya kondisi yang bersangkutan lebih membaik,” jelasnya. (one/fun)