Pemkab Probolinggo Tak Punya Perda Tata Ruang Stategis Industri

KRAKSAAN – Bappeda Kabupaten Probolinggo menjawab perihal tudingan investor sulit masuk karena Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Bappeda menilai, sulitnya investor masuk sebenarnya bukan karena Perda RTRW. Tetapi, karena tidak adanya Perda Rencana Tata Ruang Strategis Industri.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Infrastruktur, Bappeda Kabupaten Probolinggo Yuono. “Jadi, bukan karena RTRW. Harusnya pemkab memiliki perda turunan dari RTRW, yaitu Perda Rencana Tata Ruang Strategis Industri. Saat ini pemkab belum punya itu,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia mencontohkan, daerah PIER Pasuruan. Menurutnya, di daerah itu ada perda turunan dari Perda RTRW. Yaitu, Perda Rencana Tata Ruang Strategis Industri. Dengan adanya perda itu, maka memudahkan investor untuk menanamkan investasinya.

“Menurut saya, RTRW dikatakan menghambat tidak lah. Karena perda itu belum selesai. Harus ada turunannya, yang mengatur kawasan strategis perindustrian,” terangnya.

Saat ini, menurutnya, Perda Nomor 03/2011 tentang RTRW Kabupaten Probolinggo sedang direvisi. Di Perda yang lama itu, tiga kecamatan diproyeksikan sebagai kawasan industri. Yaitu, Kecamatan Tongas, Leces, dan Kecamatan Paiton.

“Jadi, itu kawasan industrinya. Tetapi, juga harus dikuatkan dengan perda itu tadi, Perda Rencana Strategsi Industri itu,” terangnya.

Ia melanjutkan, saat ini Perda RTRW sudah dalam tahap pembaruan. Menurutnya, perubahan perda itu saat ini masuk tahap rekomendasi.

Kasawan industri misalnya, saat ini ada penambahan dua kecamatan. Yaitu, Kecamatan Gending dan Wonomerto.

“Itu yang ada di jalur exit tol dan disebut dengan kawasan cepat berkembang. Itu, sudah hukum ekonomi seperti itu. Kalau dulu kan tidak ada tol. Kalau sekarang ada tol, maka akan cepat berkembang,” tandasnya.

Terkait Rencana Tata Ruang Strategis Industri menurutnya, setelah perubahan Perda RTRW rampung, akan langsung disusun. Setelah itu, baru akan diusulkan pada bupati.

“Ya nunggu perubahan RTRW ini selesai. Jika sudah selesai, baru akan kami susun. Kami yakin Probolinggo ini akan banyak investor yang masuk. Apalagi di sekitar Probolinggo, seperti Pasuruan, sudah tinggi upah buruhnya. Maka akan banyak investor ke Probolinggo. Karena di Probolinggo, masih rendah upah buruhnya,” tandasnya. (sid/hn)