Vonis Oknum Satpol PP Nyabu Inkracht, Dihukum 4 Tahun 7 Bulan Penjara

PANGGUNGREJO – Vonis terhadap oknum anggota Satpol PP Kota Pasuruan Abdullah Nasich, 41, yang diadili karena kasus sabu-sabu dipastikan tidak berubah. Sebab, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan dan terdakwa tidak mengajukan banding.

Humas Pengadilan Negeri Pasuruan Rahmat Dahlan mengatakan, JPU dan terdakwa Abdullah Nasich sudah diberi waktu oleh majelis hakim untuk mengajukan banding. Namun, dalam waktu yang diberikan selama tujuh hari, kedua belah pihak tidak ada yang mengajukan banding.

“Persidangan beragendakan putusan pada terdakwa dilakukan pada Rabu (30/1) lalu. Sampai tenggat waktu pada Rabu (6/2), tidak ada yang mengajukan banding,” ujarnya.

Karenanya, menurut Rahmat, perkara Abdullah Nasich dinyatan inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Vonis yang diberikan padanya tetap sesuai putusan majelis hakim. Yakni, empat tahun tujuh bulan penjara serta denda Rp 800 juta subsider dua bulan.

“Karena tidak ada yang mengajukan banding, maka sudah dinyatakan inkracht. Vonis hukuman yang harus dijalani Abdullah Nasich sesuai putusan majelis hakim,” ujar Rahmat.

Diketahui, Abdullah Nasich, warga Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, tercatat sebagai PNS di Satpol PP Kota Pasuruan. Sabtu, 13 Oktober 2018, dia dibekuk polisi karena kedapatan memiliki sabu-sabu seberat 0,9 gram.

Di pengadilan, JPU meminta majelis hakim menghukumnya selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan. Namun, Rabu (30/1) lalu, terdakwa divonis empat tahun tujuh bulan penjara. Serta, harus membayar denda Rp 800 juta subsider 2 bulan kurungan. (riz/rud)