Bakal Kumpulkan Pelaku Pengusaha untuk Perbaiki Jalan Rusak di desa Ngepoh

DRINGU – Aksi warga Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak dan ambles, langsung direspons Muspika Dringu. Antisipasi kejadian serupa kembali terulang, Kapolsek Dringu bakal mengumpulkan para pelaku pengusaha, dan warga Desa Ngepoh.

Hal itu disampaikan AKP Purwanto Sigit Raharjo selaku Kapolsek Dringu. Senin sore (11/2) usai aksi warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama Camat Dringu. Pihaknya pun memanggil warga yang telah menanam untuk mencabutnya kembali. Kemudian, pihaknya langsung memanggil para pelaku pengusaha di Dringu untuk dilakukan perbaikan.

”Alhamdulillah, pohon pisang itu dicabut langsung oleh warga dan jalan ambles itu diperbaiki dengan diuruk sirtu (pasir batu),” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (12/2).

Kapolsek mengaku, jauh hari sebelum kejadian itu, anggotanya pernah menerima keluhan dari warga dan langsung ditindaklanjuti. Anggotanya sudah menghentikan truk dan mengingatkan untuk tidak melintasi jalan desa. Karena, bisa berdampak pada rusaknyua infrastruktur jalan saat dilintasi kendaraan bukan kelasnya.

”Kami nanti akan kumpulkan para pelaku pengusaha, desa dan perwakilan warga. Supaya, kejadian serupa tidak terulang. Para pelaku pengusaha, bagi kendaraan besarnya untuk mencari jalan kabupaten sesuai kelasnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngepoh, Sholeh saat dikonfirmasi mengaku jalan desa itu dibantu dibangun Pemkab pada tahun 2015 lalu. Sebenarnya, pihaknya dan polsek sudah mengimbau pada sopir truk untuk tidak melintasi jalan desa. Namun ternyata masih tetap dan akibatkan jalan rusak. ”Sudah ada langkah dan sikap dari kami untuk mencegah truk dan kendaraan besar lewat jalan desa. Tapi ternyata masih tetap,” katanya.

Ditanya soal penanganan perbaikan dari desa? Sholeh mengaku pihaknya belum mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan desa tersebut. Namun, direncanakan melalui APBDesa 2019, nanti akan dialokasikan perbaikan jalan rusak tersebut. Itupun hanya sepanjang sekitar 8 meter jalan amblesnya. ”Nanti rencana kami akan alokasikan melalui Dana Desa 2019, untuk perbaikannya. Tapi jika pemerintah daerah bisa memperbaiki dengan cor sepanjang 200 meter, itu lebih baik,” terangnya. (mas/fun)