Duh, Tujuh Warga Binaan Lapas Pasuruan Suspect TBC

PURWOREJO – Rawannya penularan penyakit Tuberculosis (TBC)-HIV membuat lembaga pemasyarakatan (lapas) Klas IIB Pasuruan melakukan langkah antisipasi. Selasa (12/2), lapas setempat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan melakukan pemeriksaan pada warga binaan.

Sebanyak 200 warga binaan diperiksa dengan mengambil sampel air liur dan darah. Tujuannya, untuk memastikan Lapas bebas dari TB-HIV. Dalam pemeriksaan ini, diketahui 7 warga binaan suspect atau terduga dijangkit TB.

Kasi Pembinaan Napi, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja Lapas Klas IIB Pasuruan, Anggre Anandayu mengungkapkan, pemeriksaan ini bakal dilakukan selama dua hari. Yakni, Selasa (12/2) dan Rabu (13/2). Pemeriksaan ini melibatkan 100 warga binaan setiap harinya.

“Tadi warga binaan sempat diberikan sosialisasi tentang HIV dan TB. Ini permintaan kami pada Dinkes agar tidak ada penyebaran HIV dan TB di lapas,” jelasnya.

Konselor HIV dr Dharmayanti mengungkapkan, 200 warga binaan yang diperiksa, dipilih sebagai sampel untuk mengetahui angka kesakitan di lapas. Pemeriksaan dengan mengambil sampel darah untuk dilihat positif dan tidaknya.

“Alhamdulillah, dari pemeriksaan pada 100 warga binaan, tidak kami temukan yang terjangkit virus HIV. Mudah-mudahan besok (Rabu, Red) juga begitu,” jelasnya.

Pengelola Program Penyakit Menular Harry Purnomo menjelaskan, tujuh warga binaan yang dinyatakan suspect, dikuatkan dengan gejala TB. Seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu dan sesak napas. “Kami sudah mengambil sampel air liur mereka. Namun, ini belum positif. Kami masih akan melakukan uji laboratorium terlebih dahulu,” jelasnya. (riz/rf)