Lokasi Sabung Ayam Milik Pensiunan Tentara di Kebonsari Dibongkar

KANIGARAN – Adu mulut sempat mewarnai pembongkaran lokasi perjudian di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (12/2). Namun, upaya pemilik yang menghalangi rencana pembongkaran, gagal. Kurang dari satu jam, bangunan semi permanen itu pun rata dengan tanah. Lihat videonya disini.

Aksi pembongkaran sarang perjudian itu dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Habib Hadi –sapaan akrabnya – datang terlebih dahulu ke lokasi maksiat di Jalan KH. Hasan Genggong, Gang Bayusari 9, RT 5/RW 4, tersebut.

Hanya saja, saat dilakukan pembongkaran, tidak ada aktivitas judi di lokasi tersebut. Dari informasi yang masuk, tempat perjudian itu sudah ada setahun terakhir.

Selama ini, masyarakat yang resah sudah bolak-balik melaporkan aktivitas haram itu ke polisi. Namun, baru kali ini lokasi tersebut benar-benar dibongkar.

Alimun, 55, pemilik lokasi perjudian itu sempat memprotes aksi pembongkaran itu. Bahkan, pensiunan tentara itu mengaku akan melaporkan siapapun yang membongkar tempat usahanya dengan tuduhan perusakan. Tentu saja, tantangan itu dijawab AKBP Alfian dengan tindakan tegas.

Perwira menengah asal Madura itu langsung mengambil gergaji mesin dan memotong penyangga atap bangunan. Aksi tersebut diikuti oleh anggota polisi dan operator gergaji mesin yang didatangkan untuk membantu pembongkaran. Hingga akhirnya, bangunan los berangka bambu beratap hardplex itu pun berhasil dirobohkan.

“Kami bukan melakukan perusakan, tapi penertiban. Sebab, seringkali kita katakan pada pemiliknya, agar menutup tempat perjudian ini. Namun, nyatanya hingga kini lokasi ini masih ada,” kata Alfian. Di lokasi tersebut, selain judi sabung ayam, juga digelar judi dadu dan cap jie kie.

Pembongkaran ini, menurut Alfian, sebagai bukti bahwa pihaknya tidak akan bermain-main. Pasalnya, beredar kabar, lokasi perjudian itu selama ini aman karena di-backing aparat. Bahkan, duit hasil perjudian itu juga mengalir ke kantong-kantong petugas.

“Kami ke sini bersama dengan anggota TNI dan Polri serta pemerintah kota. Hal ini dilakukan sebagai bukti jika selama ini tidak ada backing-an atau pembiaran terhadap lokasi yang melanggar ini,” tepis Alfian mengenai kabar soal backing-an dan uang yang mengalir ke petugas.

Alfian juga menegaskan, akan bekerja sama dengan pemkot untuk memberangus lokasi perjudian. Alasannya, selain judi dilarang agama, masyarakat juga resah dengan aktivitas tersebut. “Ini tekad dan komitmen kami bersama Wali Kota. Menumpas segala bentuk perjudian, lebih lagi menjelang pilpres,” jelasnya.

Terkait apakah pemilik akan dijerat pidana, Alfian belum memastikan. Alasannya, saat dilakukan pembongkaran, tidak ada aktivitas judi di lokasi tersebut. “Tersangka untuk sementara belum ada. Karena saat kami datang tadi, tidak ada kegiatan perjudian. Tapi, masih kami dalami,” katanya.

Habib Hadi sendiri mengaku tak akan bermain-main dengan tempat maksiat. Ketua DPC PKB itu berjanji, akan memusnahkan perjudian yang meresahkan warga. “Kalau ada laporan dari masyarakat, langsung kami tindaklanjuti. Tak eyotang (tidak akan ditunda, Red). Jangan main-main dengan pemerintahan saya,” tegasnya.

Alimun lantas menantang Habib Hadi untuk membongkar arena perjudian di lokasi lain. “Pak wali. Jangan hanya di sini yang dibongkar. Ditempat lain dibersihkan juga. Kalau tidak, akan saya laporkan,” ancam Alimun.

Alimun juga berdalih, tempat perjudian yang ia bangun menjadi hiburan masyarakat. Selain menjadi tempat berputarnya roda ekonomi warga setempat yang berjualan makanan dan minuman. “Warga kan juga butuh hiburan, selain itu warga lainya bsia berjualan,” katanya.

Pada media ini Alimun mengatakan, untuk membangun lokasi judi itu, ia merogoh kocek Rp 15 juta. Lokasi judi itu beroperasi sekali dalam sepekan. Yakni, pada hari Rabu. “Yang main hanya warga sini kok, Mas. Tidak ada warga dari luar,” akunya.

Sugito, ketua RW setempat mengaku sudah berkali-kali meminta Alimun untuk menutup lokasi perjudian tersebut. Namun, ia menyebut Alimun membandel. Kalaupun ditutup, beberapa waktu kemudian, kembali beroperasi. “Kalau saya sudah memperingatkan. Tapi ya gitu. Tidak lama buka lagi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sukarman, lurah Kebonsari Wetan. Razia yang dilakukan sebelumnya, ditanggapi dingin oleh Alimun. “Kami sering memperingatkan. Namun setelah tutup, tak lama buka lagi, termasuk dilakukan razia. Jika ke depannya masih dibuka lagi, kami akan berkoordinasi dengan camat,” janjinya.

Aksi pembongkaran tempat perjudian, tidak berhenti di Kelurahan Kebonsari Wetan. Wali Kota dan Kapolresta menuju lokasi perjudian di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kanigaran. Sama seperti di lokasi milik Alimun, bangunan yang digunakan berjudi, juga dibongkar. Bahkan, dibakar. Aparat kepolisian, Kodim 0820, dan Satpol PP, terlibat dalam pembongkaran dan pembakaran lokasi perjudian tersebut. (rpd/rf)