Nih Dia, Pasukan Kaliber Pasuruan yang Siaga Benahi Infrastruktur Rusak

Kerusakan infrastruktur permukiman di Kota Pasuruan sejak 2017 lalu, semakin mendapat perhatian. Itu, setelah dibentuknya Pasukan Kaliber. Sebuah tim yang khusus memelototi dan membereskan kerusakan infrastruktur di perkampungan.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan

Siang itu, sejumlah pria berkaus lengan panjang terlihat sibuk di tengah perkampungan Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Mereka mengenakan kaus berwarna biru itu bertuliskan Pasukan Kampung Lingkungan Bersih (Kaliber). Ketika didekati, mereka terlihat membenahi jalan paving di lokasi tersebut.

Pasukan Kaliber. Begitu nama tim tersebut. Di bawah terik matahari yang menyengat, seorang di antara mereka membongkar paving yang amblas. Sementara lainnya terlihat memilah paving-paving yang baru dibongkar.

Kalau kondisi paving masih utuh, petugas hanya membersihkannya dari tanah yang berkerak. Namun jika paving sudah rusak, akan digantikan dengan yang baru. Begitulah aktivitas Pasukan Kaliber setiap harinya.

Mereka selalu disibukkan dalam tugasnya mengentaskan persoalan kerusakan infrastruktur di kawasan permukiman. Terutama persoalan infrastruktur seperti drainase dan jalan paving. Sebelum menjalankan tugas, Pasukan Kaliber berkumpul di kompleks perkantoran Pemkot Pasuruan di Jalan Pahlawan.

Sekitar pukul 07.00, Pasukan Kaliber yang terdiri atas belasan anggota itu, berjajar di depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan. Mereka lalu membentuk barisan dengan rapi, untuk mendengarkan arahan pimpinan yang berlangsung hanya beberapa menit saja.

Setelah itu, Pasukan Kaliber langsung menuju lokasi yang mengalami kerusakan infrastruktur untuk dibenahi. Selama perjalanan, mereka memanfaatkan armada motor roda tiga. Sejumlah peralatan kerja serta bahan material yang diperlukan hari itu, memenuhi bak motor.

Setelah seharian di lapangan, Pasukan Kaliber kembali ke kantor sore harinya. Mereka kemudian menanggalkan rasa lelah sejenak, sembari mengevaluasi kerja mereka hari itu. Terkadang, waktu sore juga mereka manfaatkan untuk berdiskusi, apabila ada keluhan dari masyarakat tentang kondisi infrastruktur yang perlu dibenahi.

“Setiap harinya kan sudah ditentukan lokasi yang harus dibenahi. Namun, kami juga tidak hanya menuju satu lokasi. Ketika lokasi yang diarahkan pimpinan sudah tuntas, kami keliling untuk memantau kondisi di titik lain. Barangkali ada yang perlu dibenahi,” kata salah seorang petugas Pasukan Kaliber, Aris Diyanto, 34.

Tak jarang, Aris juga menemui masyarakat yang menyampaikan keluhannya terkait kondisi infrastruktur di lingkungannya. “Biasanya ya ada saja yang menyampaikan, minta dibenahi. Itu semua kami tampung untuk disampaikan ke pimpinan. Kalau sudah disetujui, ya kami tuju lokasinya untuk diperbaiki,” tambahnya.

Aris yang merupakan warga Kelurahan Bangilan itu mengaku senang, meski dirinya baru bergabung dengan Pasukan Kaliber setahun yang lalu. Menurut dia, banyak pengalaman yang ia dapat selama dirinya terlibat langsung dalam aktivitas pasukan tersebut.

“Secara tidak langsung, saya sudah menjalani amanat agama. Yakni, bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Karena respons masyarakat terhadap kerja kami selama ini juga cukup baik. Jadi, kami merasa senang,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Koordinator Pasukan Kaliber Abdur Rochim. Di antara lima rekannya, Rochim merupakan petugas paling senior. Ia bergabung dengan Pasukan Kaliber sejak awal dibentuk pada 2017 silam. Saat itu, jumlah personel Pasukan Kaliber masih berjumlah dua orang.

“Sekarang satu timnya ada enam orang. Tentu lebih enak karena dikerjakan bersama-sama. Jadi, pekerjaan juga lekas selesai. Artinya, kami juga bisa bergeser lokasi untuk mengerjakan di tempat lain,” jelas Rochim.

Selain itu, Rochim juga bersyukur dengan pekerjaannya saat ini. Sebelumnya, Rochim bekerja sebagai tukang sablon. Saat ini, ia merasa lebih beruntung bisa bekerja sekaligus membantu fasilitas yang dimanfaatkan masyarakat luas.

“Dibanding pekerjaan sebelumnya, lebih enak sekarang. Baik dari segi penghasilan yang terjamin setiap bulannya, maupun juga hasil yang saya rasakan. Karena dengan pekerjaan saya saat ini, banyak masyarakat yang berterima kasih,” jelasnya.

Sementara, Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Maf’udi menerangkan, Pasukan Kaliber memang rutin memantau kawasan permukiman. Tujuannya, untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap layak.

“Seluruh anggotanya ditugaskan untuk mobile setiap hari. Memantau kondisi infrastruktur di lapangan,” terangnya. Sejauh ini, pasukan Kaliber punya dua tim yang punya tugas berbeda. Masing-masing beranggotakan tujuh petugas. Satu tim memantau drainase, sedangkan lainnya fokus memantau kondisi jalan lingkungan.

Dijelaskan Uung, pasukan Kaliber juga diwajibkan merespons keluhan masyarakat tentang kondisi infrastruktur yang memerlukan perbaikan. Terutama, kerusakan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Seperti jalan lingkungan yang berlubang atau rusak, sehingga menyebabkan terjadinya genangan air. Sebab, kondisi itu akan mengganggu kenyamanan pejalan kali, serta berdampak pada kesehatan lingkungan. (rf)