Rumah Korban Banjir Bandang di Tiris Bakal Diperbaiki, Satu Rumah Dianggarkan Segini

BAKAL DIBANTU: Warga kerja bakti membersihkan rumah yang terkena banjir bandang di Andungbiru, Tiris, akhir tahun silam. Pemkab Probolinggo sudah menyiapkan anggaran untuk membenahi rumah terdampak bencana. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TIRIS – Pemkab Probolinggo memastikan telah menyiapkan anggaran untuk membangun lima rumah korban terdampak bencana di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris. Tiap pembangunan rumah dialokasikan anggaran sekitar Rp 30 juta, atau dua kali dari alokasi rehab RTLH (rumah tidak layak huni).

Hanya saja, Pemkab Probolinggo melalui Dinas Perumahan, Kawasan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Probolinggo perlu melakukan survei lebih dulu. Termasuk memastikan status lahan yang bakal dibangun rumah tersebut. Supaya, usai dilakukan pembangunan rumah baru tidak menjadi persoalan sengketa.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo, Donny Adianto. Saat dikonfirmasi, Selasa (12/2), Donny mengatakan, sesuai petunjuk dari Bupati Probolinggo, pihaknya bersama tim anggaran telah melakukan pembahasan untuk melakukan pergeseran anggaran kegiatan. Guna, penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor di Desa Andungbiru Tiris.

”Sesuai petunjuk dari Bupati, kami melakukan pergeseran anggaran rehab RTLH di sejulah titik, untuk dialokasikan ke Desa Andungbiru Tiris, korban terdampak bencana,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Donny menjelaskan, pergeseran itu sendiri tidak perlu merubah APBD, tapi cukup dengan penetapan peraturan bupati (perbup). Anggaran kegiatan yang digeser sekitar Rp 150 juta. Anggaran itu diperuntukkan membangun lima rumah korban terdampak bencana.

”Kami siapkan anggaran untuk membangun lima rumah baru lebih dulu. Anggaran tiap rumah Rp 30 juta. Dua kali anggaran rehab RTLH, karena ini membangun rumah baru bukan rehab,” terangnya.

Disinggung soal warga yang harus direlokasi dan butuh rumah baru ada sekitar 11 rumah? Donny mengaku, anggaran yang disiapkan tahap pertama untuk lima rumah. Itupun pihaknya harus mensurvei lebih dulu warga yang bakal dibangun rumah baru dan status lahannya. Nanti jika tahap pertama ini sudah selesai, bisa dilanjutkan pembangunan rumah baru lainnnya yang memang prioritas.

”Kami dari APBD, mampunya mengalokasikan Rp 30 juta untuk membangun satu rumah baru. Tentunya, jika memang anggaran itu tidak cukup, nanti bisa dibahas bersama desa,” terangnya. (mas/fun)