Dor..Dor..Dor Penderita Gangguan Jiwa Ngamuk di Pakistaji Ditangkap

WONOASIH-Seorang yang mengalami gangguan jiwa mengamuk di Perumahan Pakistaji, Blok F, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis siang (14/2). Yang membuat warga panik, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu membawa parang dan kapak.

Upaya penangkapan pada penderita gangguan jiwa yang mengamuk membawa senjata tajam itu pun bak adegan di film action. Petugas Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo bersama petugas gabungan dari Koramil dan Polsek Wonoasih harus berjibaku.

Hingga akhirnya petugas mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan. Dor…dor…dor.. penderita gangguan kejiwaan itu pun akhirnya berhasil diamankan.

Penderita gangguan jiwa yang ditangkap itu adalah Mujiyanto, 49. Sehari-harinya ia tinggal di Perumahan pakistaji Blok F. Usai diamankan, pria yang dilahirkan di Jember itu akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sumber Porong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Keputusan mengirim ke RSJ diambil oleh istrinya, Aming Rindawati, 48. Keputusan itu diambil demi keamanan Mujiyanto sendiri, keluarga dan warga sekitar.

Pria yang memiliki 2 anak itu ditangkap, setelah ketahuan mengancam warga dengan dua buah sajam yang dibawanya. Yakni pisau panjang dan sebuah kapak, didekat rumah tinggalnya.

Petugas sempat kesulitan menangkap, lantaran Mujiyanto mengacung-acungkan sajamnya saat petugas mendekat. Bahkan, petugas sempat menembakan senjata apinya sebanyak tiga kali, agar yang bersangkutan menyerah.

DRAMATIS: Mujiyanto usai berhasil diamankan petugas dibawa ke mobil dengan kondisi tangan dan kaki terikat. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Mendengar suara tembakan, lelaki yang pernah jadi guru dan tukang las itu tidak menyerah. Ia malah kabur menjauhi petugas. Dalam pelariannya, Mujiyanto mencegat pengendara motor dan mengepruk kendaraannya dengan kapak yang dibawannya.

Beruntung, pengendara lolos dari maut dan berhasil kabur. “Motornya tidak hancur, tapi kena kepruk,” ujar Indra Kusuma Kasi Operasi pada Dinas Satpol PP.

Saat mencegat pemotor berikutnya dan Mujiyanto marah-marah ke pengendara motor, petugas Satpol PP berhasil melepaskan sajam dari yang dipegang Mujiyanto. Ketika hendak mengambil senjatanya yang jatuh itulah, pria yang sudah lama menganggur tersebut berhasil disergap.

“Kayu yang dibawa petugas kami, dipukulkan ke tangan Mujiyanto. Senjatanya jatuh dan saat hendak diambil, langsung diringkus,” tandasnya.

Mujiyanto kemudian diborgol kedua tangannya dan dibawa ke mako Satpol PP. Dikantor Satpol PP mulutnya melontarkan kata-kata yang tak jelas arahnya. Namun, tidak lagi mengamuk.

Mujiyanto berdakwah ke sejumlah petugas sambil nongkrong duduk dikursi panjang kantor Dinas Satpol PP. “Enggak. Dirumah tidak pernah ngalkoni sing aneh-aneh,” ujar Rindawati istrinya pada saat koran ini menanyakan apakah eprnah belajar ilmu atau sebagainya. (rpd/mie)