Pangkas Antrean Haji, Begini Usulan Hasan Aminuddin ke Menteri Agama

SUKAPURA – Panjangnya antrean bagi calon jamaah haji (CJH), mendapatkan perhatian serius dari anggota DPR RI Hasan Aminuddin. Mantan Bupati Probolinggo dua periode itu pun mengajukan dua usulan ke Menteri Agama untuk memangkas panjangnya antrean haji.

Yang pertama, menolak warga yang sudah menunaikan ibadah haji untuk mendaftar lagi haji reguler. Yang kedua, mendesak untuk mengembalikan setoran calon jamaah haji yang sudah menunaikan kewajiban haji sebelumnya.

Alasannya, haji reguler diprioritaskan bagi masyarakat yang belum pernah menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Di sisi lain, haji reguler disubsidi senilai Rp 7 triliun lebih.

”Saya telah usulkan dan tegas menolak orang yang sudah berhaji untuk daftar lagi di haji reguler. Karena haji reguler itu disubsidi kurang lebih sekitar Rp 7 triliun lebih,” kata Hasan Aminuddin selepas doa lintas agama di Sukapura, Rabu (13/2).

Selain itu, dikatakan Hasan, pihaknya juga mengusulkan tegas agar Kemenag mengembalikan uang orang yang daftar haji reguler ke dua kalinya. Karena, daftar haji ke dua bukan wajib lagi. Tapi, sudah menjadi sunah.

“Rukun Islam ke lima itu wajib, untuk yang pertama. Tapi, ibadah haji ke dua dan seterusnya itu sunah. Manakala dua solusi yang saya ajukan ke Kementerian Agama direalisasikan oleh siapapun Menteri Agama, maka antrean daftar haji saya hitung tidak lagi 25 tahun. Tapi, bisa hanya 5 sampai 7 tahun antrenya,” tegasnya.

Namun, bukan berarti warga yang ingin naik haji lagi dilarang. Menurut Hasan, warga yang ingin beribadah haji untuk kedua kalinya atau lebih, harus mendaftar haji plus. Sehingga, subisidi haji reguler hanya bisa dirasakan mayarakat yang pertama berhaji.

”Haji adalah wajib dan umrah sunah. Jangan sampai karena berdalih daftar haji antrean lama, akhirnya menyunahkan haji dan mewajibkan umrah dengan mengutamakan daftar umrah,” terangnya. (mas/hn)