Pembunuh Divonis Seumur Hidup, Ibu Korban: Nyawa Dibayar Nyawa

BANGIL – Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bangil langsung pecah. Usai majelis hakim membacakan vonis untuk terdakwa Dimas Gilang Aditia, 21, yang tega menghabisi temannya, pelajar SMKN 1 Grati, Mahfud Budi Setiawan, 17. Lihat videonya disini.

Begitu mendengar putusan seumur hidup tersebut, tangis haru keluarga korban pecah. Gema takbir pun beberapa kali diserukan. Bahkan, ayah korban Sugiyono sampai menangis tersedu-sedu begitu keluar dari ruangan sidang. Tak hanya menangis, ayah korban sampai lunglai. Tubuhnya pun roboh di kursi pengunjung.

Beberapa saat kemudian, ia bangkit dan memilih untuk bersujud syukur. Sementara ibu korban, Musarokhah menilai, terdakwa seharusnya dihukum mati.

Karena bagaimanapun, nyawa harus dibalas nyawa. “Kami tidak cukup puas. Harusnya, terdakwa dihukum mati biar setimpal. Nyawa harus dibayar nyawa,” katanya.

Diketahui, korban ditemukan tewas 14 September 2018. Sebelumnya, korban diajak tersangka untuk membeli bakso di Grati, sehari sebelumnya. Setelah janjian, mereka kemudian berboncengan menggunakan motor Yamaha Vixion nopol N 3284 WI milik korban menuju Grati.

Dalam perjalanan, keduanya sempat bersenda gurau. Mereka sempat mengunjungi beberapa tempat. Hingga akhirnya sampai di lapangan Sumberwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Saat di lapangan itulah, terdakwa mengeksekusi korban. Pelaku mengambil kayu memukulkannya pada korban hingga tewas. Begitu korban tak bernapas, terdakwa kabur dengan membawa serta barang korban. Selain handphone, juga motor Vixion korban. Terdakwa berdalih, tega melakukan pembunuhan itu lantaran kesal sering diejek korban.

Pasca kejadian itu, petugas bergerak melakukan pengejaran. Hingga akhirnya, terdakwa berhasil ditangkap saat baru saja keluar rumahnya, 20 September 2018. Tak hanya menangkap Dimas, polisi juga membekuk penadah barang curian. Yakni, Hefri Prayudo, 25, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Pasca menangkap Dimas, polisi mengembangkan kasus pembunuhan tersebut.

Pasalnya, setelah membunuh korban, pelaku membawa kabur motor korban. Motor itu kemudian dijual dengan kondisi spare part terbongkar pada Hefri. Hefri dikenai Pasal 480 KUHP ayat 1 tentang Tindak Pidana Pertolongan Jahat atau Praktik Penadahan. (one/rf/mie)