Seluruh PKL Wajib di Dalam GOR saat CFD Kota Pasuruan Digelar

KOORDINASI: Rapat koordinasi persiapan Car Free Day (CFD) Kota Pasuruan tahun 2019, Rabu (13/2) di ruangan rapat Dinas Perhubungan Kota Pasuruan. Sejumlah persiapan seperti pengamanan dan konsep acara dibahas dalam rapat tersebut. (Lailiyah Rahmawati/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Gelaran Hari Bebas Kendaraan atau biasa disebut Car Free Day Kota Pasuruan bakal dilaksanakan kembali Minggu (17/2) nanti. Sebagai persiapan kegiatan tersebut, Rabu (13/2) rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak, di antaranya, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Paguyuban PKL, Polres Pasuruan Kota, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, dan Jawa Pos Radar Bromo.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, demi memaksimalkan tujuan Hari Bebas Kendaraan maka seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di luar GOR, harus berjualan di dalam GOR. Hal itu, untuk lebih menertibkan penataan PKL di saat pelaksanaan CFD.

“PKL yang biasa berjualan di luar GOR pada Hari Minggu, maka di pelaksanaan CFD semuanya wajib berjualan di dalam GOR tanpa pengecualian. Ini untuk lebih memaksimalkan tujuan dari CFD,” ujar Andri.

Lokasi pelaksanaaan CFD tetap memaksimalkan sepanjang Jalan Sultan Agung sebagai sarana masyarakat yang ingin memanfaatkan ruas jalan untuk olahraga atau berkumpul dengan komunitasnya. CFD akan dilaksanakan sejak pukul 06.00 hingga 10.00. Selain menekankan kepada penataan PKL untuk berjualan di dalam GOR, Andri menambahkan pihaknya juga akan menata parkir agar tidak semerawut.

Manajer EO Jawa Pos Radar Bromo Nurlaily Arifiyah mengatakan, nantinya pelayanan publik dari perangkat daerah Kota Pasuruan juga bisa memanfaatkan CFD untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. Dengan begitu, CFD akan semakin bermanfaat bagi masyarakat Kota Pasuruan.

“Untuk menambah manfaat CFD pelayanan publik dari masing-masing dinas bisa ikut serta mendirikan pelayanan publik di GOR,” terangnya. (lel/fun)