Tiga Lokasi Galian C di Wonomerto Ditutup, Ini Alasannya

WONOMERTO – Satpol PP Kabupaten Probolinggo menutup lokasi penambangan galian C di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Rabu(13/2). Tidak hanya satu titik, ada tiga titik penambangan yang ditutup di kecamatan tersebut. Penutupan dilakukan karena pemkab belum mengetahui izin penambangan tersebut.

DISEGEL: Satpol PP saat menyegel alat berat di lokasi tambang galian C. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Pasalnya, pemkab belum memastikan apakah lokasi penambangan itu berizin atau tidak dari Pemprov Jatim. Jika ternyata sudah mengantongi izin, maka lokasi penambangan akan dibuka.

Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Probolinggo Mashudi saat ditemui media ini di lokasi galian mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa ada penambangan galian C, namun izinnya belum diketahui. Selain itu, penutupan itu juga berdasarkan keluhan anggota DPR RI Hasan Aminuddin yang melihat kerusakan jalan akibat truk pengangkut material galian.

Aparat penegak perda itu datang ke lokasi sekitar pukul 12.30. Sebelumnya, anggota Satpol PP melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan. Dari empat galian C yang ada di Kecamatan Wonomerto, tiga di antaranya belum diketahui izinnya. Sehingga, Satpol PP bersama dengan Camat Wonomerto Ramiadi meninjau langsung lokasi penambangan sekaligus melakukan penutupan.

“Kita ditugaskan untuk melakukan peninjauan terhadap galian C yang ada. Dari empat galian, ada tiga yang izinnya belum diketahui. Oleh sebab itu, ketiga galian tersebut kami tutup. Kami juga mengamankan kontak ekskavator,” beber Mashudi.

Satpol PP mengimbau pada pemilik tambang datang ke kantor Satpol PP Kabupaten untuk menunjukkan bukti izinnya. Jika memang tak memiliki bukti-bukti, maka tambang tersebut terpaksa dihentikan. Apalagi, ceruk yang dihasilkan pascagalian terlihat sangat dalam.

“Jika memang berizin, kami tidak akan memepersulit kok. Selain itu, kami minta untuk detailnya. Namun, kita belum tahu berapa kedalamannya. Makanya, kami akan kaji terlebih dahulu,” ujarnya.

Camat Wonomerto Ramiadi mengaku belum mengetahui soal galian tersebut. Alasannya, ia bertugas sebagai camat baru sebulan. Sehingga, pihaknya masih akan melakukan kajian. Jika memang izinnya sudah ada, namun melanggar syarat lainnya, seperti kedalaman dan sebagainya, maka pemkab berhak melakukan penutupan.

“Untuk aturanya saya belum tahu, jadi masih buka syarat dan ketentuanya dulu. Yang jelas, untuk penambangan ini saya baru tahu, Sehingga, bukan dilakukan pembiaran,” bebernya.

Sayangnya, pada saat media ini mendatangi lokasi, sang pemilik tambang tidak berada di tempat. Pria bernama Mat menyebutkan, ia tidak tahu menahu masalah tambang tersebut. Pihaknya hanya menurunkan ekskavator. Kebetulan pemilik tambang tidak ada. (rpd/rf)