Rencana Revitalisasi Pasar Pandaan Belum Jelas, Disperindag Berharap Tahun Ini

PANDAAN – Hingga kini, usulan revitalisasi Pasar Pandaan belum menemui kejelasan. Belum ada jawaban dari Kemendag RI, kapan Pasar Pandaan akan direvitalisasi.

“Kepastian revitalisasi Pasar Pandaan memang belum final. Namun, kami tetap optimistis revitalisasi akan terealisasi tahun ini,” beber Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Edy Suwanto.

Pihaknya, menurut Edy, masih menunggu keputusan dari Kemendag RI. Setelah sebelumnya, Pemkab Pasuruan melalui Disperindag mengajukan usulan proposal revitalisasi Pasar Pandaan ke pemerintah pusat. Tepatnya melalui Kemendag RI di Jakarta.

Pemkab bahkan sudah mempresentasikan usulan proposal itu di pusat, pada Januari lalu. Melalui proposal itu, Pemkab mengajukan dana revitalisasi pasar daerah terbesar di kabupaten itu senilai Rp 60 miliar.

Jika disetujui, menurut Edy, dia memprediksi anggaran Rp 60 miliar tidak akan cair sekaligus. Bisa jadi pencairannya bertahap selama dua tahun atau lebih.


WAKTUNYA DIREHAB: Salah satu sudut Pasar Pandaan. Pasar daerah terbesar di Kabupaten Pasuruan ini sudah berumur 30 tahun. Sehingga, sudah waktunya direvitalisasi. (Foto: Rizal F. Syatori/ Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, jika tidak disetujui, pihaknya akan mengajukan lagi program revitalisasi Pasar Pandaan di tahun depan. “Sebab, selain Kabupaten Pasuruan, daerah lain yang mengajukan revitalisasi pasar daerah ke pusat, juga banyak. Mungkin ini juga yang membuat keputusannya lama,” tegasnya.

Pasar Pandaan sendiri, memiliki luas 4 hektare dan operasional sejak 1989. Jumlah pedagangnya mencapai 1.500 orang dan PAD tahun ini ditarget Rp 1 miliar.

“Jadi, usia Pasar Pandaan sudah 30 tahun, sudah saatnya bangunannya direvitalisasi. Karena biaya yang dibutuhkan besar, maka kami ajukan ke pusat,” pungkasnya. (zal/fun)