Tangkapan Ikan Capai Rp 340 Miliar, Nilainya Meningkat Dibanding Tahun Lalu

BANGIL – Sampai tutup tahun 2018, jumlah tangkapan ikan nelayan di laut Kabupaten Pasuruan mencapai 21.390,9 ton. Jumlah ini meningkat dari tahun 2017 yang mencapai 18.686 ton. Dari hasil tangkapan tahun lalu, secara materi mencapai Rp 340,539 miliar.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan melalui Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan mengatakan, tangkapan ikan nelayan sepanjang tahun 2018 meningkat. Tangkapan tertinggi didominasi kerang, terasak, cumi, dan teri nasi.

“Tahun 2017, jumlah tangkapan ikan mencapai 18,686 ton dan di tahun 2018 naik menjadi 21.390,9 ton,” jelasnya.

Dijelaskan Alamsyah, meningkatnya jumlah tangkapan ikan merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang melarang alat tangkap terlarang. Sehingga, kapal-kapal besar di perairan dalam tidak bisa menangkap semua ikan, termasuk ikan-ikan kecil.

Kondisi ini menguntungkan nelayan di Kabupaten Pasuruan yang mayoritas adalah nelayan tradisional. Mereka melaut di area perairan luar.

“Karena kapal besar sudah beralih ke alat tangkap ramah lingkungan, nelayan-nelayan yang di pesisir merasakan dampaknya. Tangkapan ikan jadi lebih banyak,” jelasnya.

Penyebab lain, adanya kenaikan jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan. Jika tahun 2017 tercatat 8.500 nelayan, tahun 2018 melonjak menjadi 9.977 nelayan.

“Ada pertambahan nelayan, selain ada nelayan baru juga anak nelayan yang dulu membantu sekarang tercatat sebagai nelayan. Dan hal ini juga membuat tangkapan ikan jadi bertambah,” pungkasnya. (eka/fun)