1,5 Bulan 136 Kasus DBD, Warga Paiton Meninggal saat Dirujuk

KRAKSAAN – Korban penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo bertambah. Hingga pertengahan Februari 2019, tercatat ada 136 kasus DBD. Bahkan, penderita DBD yang sampai meninggal dunia juga bertambah satu orang. Dinkes menilai, alarm bahaya penyebaran penyakit DB semakin kencang.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, kasus demam berdarah tetap menjadi perhatian serius pihaknya. Anang –sapaan akrabnya– menjelaskan, penderita DBD yang terakhir meninggal beberapa hari lalu adalah warga Kecamatan Paiton.

Sejatinya, pasien tersebut sudah mendapat perawatan intensif dari tim dokter. Awalnya, korban dibawa ke Puskesmas Paiton dan langsung dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Karena kondisi pasien lemah dan harus dilakukan tindakan serius, akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo.

Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa korban tak tertolong. “Bukan telat penanganan. Tapi, kasus demam berdarah memang begitu, cepat membuat kondisi pasien drop dan makin memburuk. Bahayanya kasus demam berdarah tidak dapat diprediksi,” terangnya.

Anang menjelaskan, pihaknya terus berupaya dan memaksimalkan puskesmas, desa, dan petugas kesehatan lainnya untuk galakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus. Paling tidak, supaya bisa menekan angka kasus DBD yang terus bertambah.

“Bulan Februari ini diprediksi puncak dari curah hujan. Masyarakat diharapkan untuk lebih waspada dengan kesehatan dan kebersihan lingkungannya,” terangnya.

Data Jawa Pos Radar Bromo, kasus DBD selama tiga tahun terakhir belum teratasi maksimal. Termasuk kasus DBD selama bulan ini, tergolong tinggi jika dibanding awal tahun kemarin.

Selama bulan Januari 2018, tercatat hanya 20 kasus DB. Selama satu setengah bulan tahun ini, sudah ada 136 penderita DBD. Bahkan, dua penderita DBD sampai meninggal. (mas/rf)