Caleg hingga PNS PN yang Diciduk Satpol PP Terancam Sanksi

MAYANGAN – Razia yang digelar Satpol PP Kota Probolinggo saat malam valentine (14/2), berhasil menciduk lima pasangan tak resmi. Ironisnya ada seorang calon legislatif hingga pegawai negeri sipil (PNS) dari PN Kota Probolinggo.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, razia itu digelar untuk menjaga kondusivitas kota. “Juga untuk mengamankan malam valentine yang banyak dimanfaatkan anak-anak muda,” katanya.

Diketahui, dalam razia itu, petugas mengamankan 5 pasangan tak resmi. Ada yang berstatus Caleg dari PPP Kota Prbolinggo, PNS di PN Kota Probolinggo hingga staf PT DABN di Pelabuhan Baru Kota Probolinggo.

Disinggung seorang caleg dan PNS yang diamankan, Agus enggan berkomentar banyak. Alasannya masih di-BAP.

Terkait salah satu caleg-nya yang kedapatan di dalam kamar, Ketua DPC PPP David Rosyidi enggan memberikan keterangan. Dihubungi via telepon, juga tidak ada jawaban.

Berbeda dengan David, seorang pengurus lainnya menyampaikan dengan gamblang. Bahkan, pria yang enggan namanya disebutkan itu membenarkan razia tersebut.

Ia mengakui partainya akan bersikap tegas mengenai persoalan tersebut. “Kalau untuk sanksi ada. Lebih lagi merugikan partai. Namun, sanksi apa yang diberikan, masih akan dilakukan koordinasi lanjutan,” terangnya.

Diketahui caleg yang terjaring razia itu berinisial ZF dan pasangannya Nk. Keduanya dipergoki sekamar di indekos wilayah Wiroborang. Keduanya sama-sama berstatus memiliki pasangan.

Sementara itu, Anton Saifudin, Humas Pengadilan Negeri Probolinggo mengatakan, pihaknya masih akan menelusuri kebenaran informasi ada PNS dari instansinya yang diciduk Satpol PP.

“Saya masih belum tahu kebenarannya. Oleh sebab itu, kami cari tahu dulu. Jika memang benar, maka akan kami koordinasikan dengan ketua terlebih dahulu,” bebernya.

Sedangkan Kepala Operasional PT DABN di Pelabuhan Baru Probolinggo Djumadi mengungkapkan bahwa ia baru menerima kabar ada pegawainya yang diciduk Satpol PP. Pihaknya pun masih menelusuri kabar tersebut.

Yang jelas Djumadi menegaskan bahwa keduanya merupakan staf di perusahaan tersebut. “Keduanya staf biasa,” beber Djumadi.

Djumadi mengaku, sudah menegur pasangan tersebut. Pasalnya, istri dari KR pernah mendatangi ke tempat kerja. Hal itu dikarenakan lantaran hubungannya dengan ZK diketahui istri aslinya.

“Kami sudah tengahi. Namun, sepertinya berlanjut,” bebernya. “Selanjutnya, terkait dengan sanksi yang akan diberikan, pihak direksi yang lebih mengetahui. Sehingga, ia tidak bisa menyebutkan sanksi apa yang akan diterima,” jelas Djumadi. (rpd/rf/mie)