Lapak Pedagang yang Melanggar Belum Bersih, Disperindag Warning Senin Harus Pindah

MASIH BERDIRI: Lapak milik pedagang di pasar Semampir yang melanggar dan masih berdiri. Pemkab Probolinggo memberikan tenggat hingga Senin nanti, lapak harus dibongkar. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Meski sudah dilakukan penertiban pada Kamis (14/2) silam, masih banyak lapak milik pedagang di pasar Semampir yang posisinya melanggar. Mereka pun sudah diberi peringatan agar merobohkan lapaknya sendiri. Jika tidak, maka Pemkab Probolinggo akan kembali mengambil sikap tegas.

HARUS DIBONGKAR: Pemkab memberi tenggat waktu lapak harus dibongkar sampai Senin (18/2) mendatang. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Adapun lapak yang melanggar itu masih berada di kawasan pasar Semampir. Lapak-lapak itu banyak berdiri di trotoar jalan. Bahkan posisinya ada yang menjorok ke jalan. Sebagian lagi ada lapak milik pedagang, yang sejatinya diminta untuk diratakan, namun masih tegak berdiri.

Hal itu seperti yang terpantau Jumat siang (15/2). Jawa Pos Radar Bromo mencoba untuk keliling sekitar pasar tersebut. Hasilnya, masih ada beberapa bedak yang luput dari penertiban Kamis lalu itu. Sebagian besar yaitu lapak yang berada di trotoar dan juga bedak yang ditambahi bangunan di depannya hingga memakan trotoar.

Alhasil, lapak yang belum tuntas dibongkar tersebut, bisa digunakan pedagang untuk beraktivitas seperti biasa. Kontan saja kondisi tersebut memancing rasa iri dari para pedagang yang lapaknya telah dibongkar.

Terkait hal itu, Mahbub Junaedi, Kepala Disperindag setempat saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya memang memberikan waktu kepada para pedagang. Menurut dia, penertiban Kamis lalu bukanlah pembongkaran paksa. Tetapi, pihaknya bersama dinas terkait membantu para pedagang untuk ditertibkan.

“Jadi Kamis lalu itu kami bersama Satpol PP membantu untuk pedagang untuk menertibkan,” ujarnya.

Ia tidak menampik jika masih ada yang belum dibongkar. Menurutnya, bagi pedagang yang belum dibongkar itu, pemiliknya berjanji akan melakukan pembongkaran sendiri. Hal tersebut disetujui pihaknya dan dinas lain yang bersangkutan.

“Jadi batas waktunya hari Senin (18/2) depan itu harus sudah ditertibkan sendiri. Makanya itu kami setujui untuk menertibkan sendiri. Terpenting, Senin depan harus sudah bersih. Mereka harus pindah ke lantai dua pasar Semampir. Kami telah menyediakan lokasi disana untuk para pedagang ini,” kata pria yang akrab disapa Mahbub itu.

Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan itu, maka pihaknya akan kembali ke pasar untuk menertibkan secara paksa. Pihaknya sudah memberikan toleransi hingga Senin. “Iya tentunya kami akan kembali lagi bersama satpol PP. Karenanya jika tidak ingin ditertibkan, maka harus pindah,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disperindag, Satpol PP, dan Dishub Kabupaten Probolinggo menertibkan lapak pedagang yang melanggar perda di pasar Semampir. Mereka adalah pedagang yang tidak mau direlokasi ke pasar Semampir bagian dalam. Penertiban itu dilakukan setelah pihak dinas memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali. (sid/fun)