Retribusi Tenaga Asing Naik Rp 100 Juta, Capai 130 Persen dari Target

BUGULKIDUL – Sampai akhir tahun 2018, retribusi yang didapat dari izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 2,6 miliar. Jumlah ini sudah melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 2,02 miliar atau 130 persen dari target.

Agus Hernawan, sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan mengatakan, retribusi IMTA sudah dilakukan sejak tahun 2016. Sesuai dengan Perda Nomor 9/2016 tentang IMTA, setiap tenaga kerja asing wajib membayar retribusi ke daerah sebesar USD 100 per bulannya.

“Tenaga asing yang dimaksud yaitu yang tercatat bekerja di perusahaan dan domilisi di Kabupaten Pasuruan. TKA ini wajib membayar retribusi USD 100 per bulannya,” terangnya.

Tercatat sampai akhir tahun 2018, ada 156 TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah itu, retribusi yang masuk mencapai Rp 2,6 miliar. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 2,02 miliar.

Sementara tahun lalu, retribusi IMTA yang masuk mencapai Rp 2,5 miliar. Itu artinya, ada peningkatan masukan retribusi sebesar Rp 100 Juta.

Agus menjelaskan, TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan kebanyakan berposisi sebagai top manajer. Mereka paling banyak berasal dari Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, sampai Australia.

Untuk pembayarannya retribusi, langsung di-handle Perusahaan tempat mereka bekerja. Mayoritas, TKA ini bekerja di Perusahaan Modal Asing (PMA). Khususnya di kawasan PIER, Beji, sampai daerah Barat. Mulai Gempol, Pandaan sampai Purwosari, Kejayan, dan Rejoso. (eka/fun)