Polisi Belum Dapat Laporan Penyebab Kebakaran Bank Sampah

PURWOREJO – Kebakaran yang melanda gedung Bank Sampah Induk di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, diduga karena korsleting listrik. Percikan api yang ditimbulkan itu kemudian menyambar tumpukan sampah kering.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengatakan, pihaknya menemukan beberapa kabel listrik dalam kondisi hangus. “Kesimpulan kami memang ada korsleting listrik. Sementara saat kejadian bangunan dalam kondisi tertutup,” ujarnya.

Meski dalam kondisi tertutup dan minim diterpa angin, bukan berarti aman dari kobaran api. Menurut Yanuar, potensi timbulnya api tetap saja ada dalam keadaan semacam itu. “Apalagi dengan banyaknya tumpukan sampah kering. Benda-benda yang mudah terbakar lebih cepat menimbulkan kobaran,” ujarnya.

Ia memastikan kobaran api tak sampai menyambar dinding bangunan. Memang api sempat menyeruak ke atap. Namun, kondisi itu tak berlangsung lama karena petugas berhasil melokalisir area. “Bangunannya masih aman. Hanya isi gudang saja yang hangus terbakar,” ujar Yanuar.

Di sisi lain, pihak kepolisian belum bisa berkomentar banyak terkait insiden itu. Kanitreskrim Polsek Purworejo, Bripka Hendra Trio mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait insiden itu. “Karena berkaitan dengan kerugian akibat kejadian. Kami belum bisa berkomentar kalau belum ada laporan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (15/2), gudang Bank Sampah Induk di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, terjadi kebakaran. Tumpukan sampah yang berjibun di salah satu aset milik Pemkot Pasuruan, itu menjadi pemicu api cepat menjalar.

Setelah sekitar dua jam, api berhasil ditaklukkan tim pemadam kebakaran. Petugas juga melakukan pembasahan di seluruh permukaan bekas kebakaran. Upaya itu dilakukan untuk memastikan bara api tidak tersisa. (tom/rud)