Ada Wanita Menangis lantaran Takut Ketahuan Suami saat Satpol PP Razia Warung Remang

TINJAU LANGSUNG: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin di kantor Satpol PP. Nampak sejumlah wanita yang menjadi pemandu lagu yang ikut terjaring razia. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Razia yang digelar Sabtu malam (16/2) lalu merupakan razia gabungan yang dilaksanakan Satpol PPKota Probolinggo bersama Corps Polisi Militer (CPM). Razia itu sejatinya rutin digelar tiap weekend.

TAK BISA MENGELAK: Miras yang disita di sebuah toko kelontong saat razia gabungan digelar. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat razia digelar, malam itu petugas berhasil mengamankan sejumlah remaja dan pemandu lagu. Bahkan seorang perempuan menangis sejadi-jadinya, saat hendak dibawa ke mako Satpol PP.

Perempuan berbaju long dress merah muda tersebut, khawatir ketahuan suaminya yang lagi bekerja di Surabaya. Mengingat, ia diketahui petugas tengah berduaan dengan pria yang bukan suaminya di keremangan malam.

Perempuan tersebut berduaan dengan pria bukan muhrimnya di warung kopi jalan Supriadi. Si perempuan yang menolak dibawa petugas mengaku, mau membayar angsuran. Saat ditanya petugas, kenapa tidak membayar di rumahnya? Ibu muda yang tidak mau wajahnya disorot kamera itu, hanya menjawab. “Saya mau bayar angsuran pak,” katanya berulang kali.

Perempuan itupun mau dibawa ke mako, asal saat menuju kendaraan dinas Satpol PP tidak disorot kamera dan tidak naik truk. Permintaannya kemudian disetujui petugas dan ia naik mobil Toyota Hilux putih, sedangkan sang pria naik truk patroli.

Di warung tersebut petugas juga mengamankan beberapa bir dan minuman arak oplosan, berikut 2 pemuda peminumnya. Petugas juga mengamankan 3 perempuan yang salah satunya mengaku sepupu pemilik warung, serta seorang pemuda yang pakai sarung berambut disemir.

Razia dilanjutkan ke warung remang di Kelurahan Curahgrinting. Di lokasi ini, petugas mengamankan 2 perempuan yang tengah bercengkrama dengan perempuan pemilik warung dan seorang pria. Meski warungnya tutup, namun petugas meminta izin ke pemilik untuk memeriksa.

Nah, hasilnya, petugas menemukan 12 botol bir dan belasan botol kosong yang kemudian diangkut ke kendaraan. Tak hanya itu, dari pengakuan pemilik warung, dua perempuan itu sudah lama berhenti bekerja di warungnya. Oleh karena itu, pemilik berusaha kembali bertemu untuk membujuknya kembali bekerja di tempat tersebut. Sayangnya lantaran tak membawa KTP, kedua perempuan itu juga dikeler petugas.

“Loh ini kok malah dibawa sih pak. Mereka itu sudah lama berhenti, makanya saya bujuk untuk bekerja lagi. Ini malah dibawa bagaimana sih pak?” terang perempuan itu meski petugas tetap membawanya.

Razia dilanjutkan ke 3 warung kopi di Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Mayangan. Petugas tidak menemukan miras dan perempuan di warung milik ketua RW 1. Namun di warung selanjutnya, petugas mengamankan seorang perempuan dan belasan miras serta alat judi dadu yang disebut-sebut titipan seseorang. Di warung ketiga, petugas membawa 2 perempuan, pemilik warung dan sepupunya.

Petugas sempat kecewa saat mendatangi warung di perumahan barat Garasi Akas NR, Jalan Bromo Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan. Warung yang menghadap ke timur tersebut tertutup dan tidak ada penghuninya. Petugas kemudian meluncur ke warung kopi di jalan Profesor Hamka, kelurahan yang sama. Disana, petugas mengamankan tiga perempuan yang tengah berbincang dengan pria pengunjung warung.

Di warung kopi Kelurahan Wonoasih, petugas tidak menemukan apa-apa meski warungnya sudah diobok-obok. Petugas gabungan kemudian meluncur ke mako satpol PP dan di sana sudah menunggu Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Di mako, petugas merapikan atau mencukur anjal dan anak punk yang rambutnya gondrong atau tidak rapi. Setidaknya sekitar 14 anjal dan anak punk yang diamankan. (rpd/fun)