Begini Keseruan Deklarasi 20 Kecamatan Layak Anak yang Dihadiri Ria Ricis

KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) sukses menggelar temu bocah dan temu remaja, Sabtu (16/2). Acara kerja bareng Jawa Pos Radar Bromo ini dihadiri sekitar 1.000 pelajar dari SMP/MTs, SMA/SMK dan MA se-Kabupaten Probolinggo. Selain pelajar acara ini juga dihadiri camat 24 kecamatan, kepala OPD, dan undangan lainnya.

PENCANANGAN: Lima camat menunjukkan piagam pencanangan yang sudah ditandatangani. Penandatanganan dilakukan dalam 4 sesi secara bergantian oleh 20 camat. (Jamaludin/Radar Bromo)

Acara temu bocah dan temu remaja ini digelar di dua lokasi. Yakni, di Alun-alun Kota Kraksaan dan Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan. Di alun-alun, acara diawali dengan lomba foto on the spot dengan tema “Gembira Bersama di Temu Bocah” yang diikuti para pelajar.

Kemudian, dilanjutkan dengan pencanangan kecamatan layak anak. Pencanangan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan burung merpati oleh Wabup H.A Timbul Prihanjoko, seluruh camat, OPD, hingga pelajar.

Acara kemudian dilanjutkan di GIC Kota Kraksaan. Yakni, berupa talk show dengan tema GENIUS, yang artinya Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat. Talk show menghadirkan Ria Ricis, YouTuber kelahiran Batam, 1 Juli 1995 yang saat ini jumlah subscribers-nya mencapai 10 juta lebih.

Dalam talk show itu, remaja bernama asli Ria Yunita itu didampingi Wabup H.A Timbul Prihanjoko dibantu dua moderator. Yakni, Ayu Fatmawati, Duta Generasi Berencana (Genre) Jatim 2016 dan Ahmad Tauhid dari Forum Anak Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan, kegiatan temu bocah dan temu remaja itu merupakan salah satu pembinaan dan untuk menjalin hubungan dengan anak-anak Kabupaten Probolinggo. “Tujuannya, mereka dapat berpartisipasi untuk mengembangkan program-program pemerintah. Utamanya, pendewasaan usia perkawinan untuk pencapaian kecamatan layak anak se-Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurutnya, acara itu juga dalam rangka persiapan evaluasi kabupaten layak anak (KLA) dari Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI pada tahun 2019. Diketahui pada 2017 dan 2018, Kabupaten Probolinggo mendapatkan penghargaan KLA tingkat pratama. “Tahun ini, kita berharap meningkat menuju KLA tingkat madya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko mengatakan, Pemkab Probolinggo telah mendeklarasikan Kabupaten Probolinggo menuju Kabupaten Layak Anak pada 29 Juli 2015. Sementara untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo sebagai KLA, harus didukung oleh Kecamatan Layak Anak (Kelana), Desa Layak Anak (Dekel), RW Layak Anak, RT Layak Anak, hingga Keluarga Layak Anak.

“Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) telah mendeklarasikan kecamatan layak anak di Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Besuk, dan Kecamatan Paiton. Termasuk membentuk forum anak kecamatan,” ungkapnya.

Guna mewujudkan Kabupaten Probolinggo sebagai KLA, dalam acara tersebut juga dilangsungkan deklarasi berupa penandatanganan piagam pencanangan Kecamatan Layak Anak oleh 20 camat. Penandatanganan dibagi dalam 4 sesi. Satu sesi terdiri atas 5 kecamatan. Selanjutnya, usai deklarasi, kecamatan masing-masing akan membentuk gugus tugas kecamatan layak anak dan forum anak kecamatan.

“Ini, untuk mendukung pembangunan dalam rangka pemenuhan hak anak di Kabupaten Probolinggo, dari kecamatan hingga desa. Juga terbentuknya wadah koordinasi, penyampaian informasi bagi anak. Serta, mendorong terbentukanya forum anak desa di masing-masing kecamatan,” ujar Wabup Timbul. (uno/*)

JUARA: Dokter Shodiq Tjahjono, kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo berfoto bersama para juara lomba foto on the spot dengan tema “Gembira Bersama di Temu Bocah”. Lomba foto digelar di Alun-alun Kota Kraksaan. (Jamaludin/Radar Bromo)